Tampilkan postingan dengan label kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliah. Tampilkan semua postingan

Cara Menghitung Ip Dan Ipk Dengan Excel

Oktober 04, 2014
Menghitung Indeks Prestasi (Kumulatif) - Indeks prestasi (IP) ialah nilai final yang diperoleh siswa/mahasiswa dari mengikuti acara berguru mengajar mata pelajaran/mata kuliah pada satu periode waktu tertentu (IP semester). Sedangkan indeks prestasi kumulatif (IPK) ialah perhitungan adonan nilai semua mata kuliah mulai dari awal kuliah hingga / hingga dengan semester tertentu. Nilai ini akan memilih bagaimana gelar/predikat anda dikala lulus nanti, apakah termasuk “biasa-biasa saja”, memuaskan, sangat memuaskan, atau cum laude.
Secara garis besar saya akan membagi goresan pena ini menjadi 3 bab besar, yakni :
  1. Cara Menghitung Nilai Akhir Mata Pelajaran/Mata Kuliah
  2. Cara Menghitung Indeks Prestasi (IP) Semester
  3. Cara Menghitung Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)

 
 

CARA MENGHITUNG NILAI AKHIR MATA PELAJARAN/MATA KULIAH

Sebelum menghitung nilai IP dan IPK, anda harus tahu dahulu bagaimana cara menghitung nilai final yang anda peroleh dikala semester berakhir.

Cara Menentukan Nilai Akhir Mata Kuliah / Mata Pelajaran

Setiap sekolah atau akademi tinggi mempunyai sendiri variabel dan bobot dari masing-masing variabel penilaian. Bahkan, sanggup jadi setiap guru/dosen mempunyai metode dan pembobotan tersendiri yang biasanya akan diterangkan dikala pertemuan pertama. Tetapi secara umum ada 5 (lima) variabel yang biasa digunakan dalam perhitungan nilai final yang akan di sanggup oleh setiap siswa/mahasiswa, yakni :

  1. Kehadiran,
  2. Quiz,
  3. Tugas,
  4. Ujian tengah semester (UTS/Mid test), dan
  5. Ujian final semester (UAS / Final test)
Untuk lebih jelasnya kita akan bahas dalam bentuk pola perhitungan bagaimana variabel-variabel tersebut kuat dalam perhitungan nilai huruf/grade yang akan didapat oleh seorang siswa/mahasiswa.

Misalkan nilai bobot dari masing masing variabel tersebut ialah Kehadiran mempunyai bobot 10%, Quiz(15%), Tugas (20%), UTS(25%), UAS(30%). Sedangkan nilai final yang diperoleh siswa dari masing-masing variabel tersebut contohnya ialah :

  1. Kehadiran, hadir 11 dari 12 kali pertemuan => 11/12*100 = 91,67
  2. Quiz, 4 kali quiz => (70+85+55+75)/4 = 71,25
  3. Tugas, 6 kali kiprah => (85+100+95+100+80+95)/6 = 92,5
  4. Ujian tengah semester (UTS/Mid test), => 76, dan
  5. Ujian final semester (UAS / Final test) => 85

Selanjutnya setiap nilai akan dikalikan dengan bobot yang telah ditentukan sebelumnya. Misalkan untuk Kehadiran 91,67 x 10% = 9,167; Tugas 71,25 x 15% = 10,69 ; dan seterusnya. Kemudian semua Nilai x Bobot tersebut dijumlahkan dan anda akan mendapat nilai final yang diperoleh seorang siswa / mahasiswa, yakni 82,85 . Bila kita hitung menggunakan excel maka kita sanggup membuatnya menyerupai langkah-langkah berikut:

  1. Pertama-tama buat tabel untuk perhitungan dengan variabel yang akan digunakan
  2. Selanjutnya berikan bobot untuk setiap variabel tersebut. Ingat, jumlah dari bobot tersebut harus 100%
  3. Setelah itu berikan nilai final yang diperoleh dari setiap variabel tersebut, misalkan menyerupai pola dibawah ini :
  4. Langkah selanjutnya kalikan setiap nilai dengan bobot variabel, anda sanggup membuatnya pada salah satu sel terlebih dahulu (misal rumus pada sel B6 berisi =B4*B4 ), kemudian copy rumus tersebut untuk setiap variabel
  5. Terakhir jumlahkan semua hasil nilai dikali bobot yang ada di variabel untuk mendapat nilai final mata kuliah / pelajaran.

 

Cara Menentukan Nilai Huruf / Grade Nilai Akhir

Setelah nilai final mata kuliah / mata pelajaran dihitung maka langkah selanjutnya ialah memilih nilai karakter yang akan di dapat. Seperti halnya variabel nilai dan bobot, range atau interval dalam penentuan nilai karakter ini juga tergantung pada hukum main yang digunakan sekolah/perguruan tinggi. Oleh alasannya itu hukum main antara sekolah/kampus yang satu sanggup saja berbeda dengan sekolah/kampus yang lainnya. Sebagai contoh, misalkan hukum yang akan digunakan dalam penentuan grade / karakter nilai ialah sebagai berikut :
  • Grade A , bila nilai final berada antara 85.00 - 100.00,
  • Grade B , bila nilai final berada antara 70.00 - 84.99,
  • Grade C , bila nilai final berada antara 55.00 - 69.99,
  • Grade D , bila nilai final berada antara 40.00 - 54.99,
  • Grade E , bila nilai final berada antara 0.00 - 39.99.
Dengan hukum pemeringkatan tersebut, tentu saja nilai final yang telah dihitung sebelumnya sebesar 82,85 akan mendapat nilai karakter / Grade B . Jika penentuan grade karakter dari nilai ini hanya satu atau dua nilai saja tentu tidak menjadi masalah. Masalah gres akan muncul bila nilai final yang harus ditentukan menjadi grade karakter jumlahnya sangat banyak. Microsoft excel sanggup membantu kita mempermudah, mempercepat dan mengatasi hal tersebut. Fungsi IF akan digunakan dalam memilih grade sebuah nilai akhir. Sintaks penggunaan fungsi IF ialah :

IF( Kondisi, nilai_jika_true, nilai_jika_false)

Dimana :
  • kondisi ialah nilai atau statement yang akan dievaluasi, contohnya 4<5, 7=9, A2<B3, dsb.
  • Nilai_jika_true ialah nilai yang akan diberikan bila kondisi bernilai true (betul), misal 4<5.
  • Nilai_jika_false ialah nilai yang akan diberikan bila kondisi bernilai false (salah), misal 7=9.
Contoh: bila ada rumus excel =IF(10>=5, “mobil”, 5) maka nilai yang akan dikembalikan ialah “mobil”. Kembali ke penentuan Grade Huruf dari nilai akhir. Bila rumus excel =IF( G6>=85, “A”, “bukan Grade A”) maka bila nilai yang ada pada sel G6 berisi 85, 86, 87, dst bilangan yang lebih besar atau sama dengan 85 (termasuk 101, 120, dst) maka nilai yang dikembalikan ialah “A”, bila nilai G6 lebih kecil dari 85 ( 84, 56, -10, dst) maka nilai yang dikembalikan ialah “bukan Grade A”. Dengan demikian, untuk memilih Grade nilai final kita membutuhkan konsep rekursif atau suatu bentuk IF berulang atau IF di dalam IF (Nested IF) sebagaimana yang tampak pada ilustrasi berikut: Pada gambar diatas terlihat bila NILAI lebih besar atau sama dengan 85 maka akan menghasilkan “A” (Area Biru), bila tidak maka sud ah niscaya ada di area kuning dan masuk pada IF berikutnya. Pada IF Kedua akan di cek NILAI >= 70 atau tidak, bila true(iya) maka akan diberikan “B”, bila tidak maka akan masuk pada IF yang ketiga, dan seterusnya. Anda tidak perlu galau atau takut NILAI besar menyerupai 90, 100, 105, dst yang lebih dari 85 akan masuk pada IF kedua. Nilai-nilai tersebut sudah niscaya akan masuk / disaring pada filter IF yang pertama. Kaprikornus Nilai yang disaring pada IF kedua hanya NILAI yang berada antara 70 hingga 84,99999 (kurang dari 85). Mekanisme ini diulangi untuk IF ketiga dan seterusnya.

Untuk memilih Nilai Huruf/Grade di microsoft Excel anda sanggup melaksanakan langkah-langkah berikut:

  1. Pilih sebuah sel baru. Lalu dengan mengikuti konsep pembuatan konsep rumus penentuan Grade Huruf dari nilai Akhir di atas maka ketik rumus excel berikut (dengan mengganti semua goresan pena NILAI dengan sel referensi, misal G6):
    =IF(G6>85, "A", IF(G6>70, "B", IF(G6>55, "C", IF(G6>40, "D", "E"))))
  2. Bila anda ingin semoga rumus tersebut bersifat fleksibel, artinya sanggup dengan gampang mengganti range nilai, maka sebaiknya untuk semua nilai batas diganti dengan menggunakan sel referensi. Buat terlebih dahulu tabel grade penentuan nilai kemudian ubah parameter IF merujuk kepada sel-sel rujukan tersebut menyerupai pola berikut:
    =IF(G6>=$D$10, "A", IF(G6>=$D$11, "B", IF(G6>=$D$12, "C", IF(G6V=$D$13, "D", "E"))))

 

CARA MENGHITUNG INDEKS PRESTASI (IP) SEMESTER

Setelah anda mengetahui darimana nilai Grade anda di sanggup maka selanjutnya ialah menghitung indeks prestasi yang anda raih dalam satu semester. Rumus untuk menghitung IP semester ialah sebagai berikut : Nilai mutu umumnya berada dalam skala 0 – 4, dimana nilai grade E disamakan dengan 0 (gagal), D = 1 (kurang), C = 2(cukup), B = 3(baik) dan A=4(terbaik). Pada beberapa akademi tinggi / sekolah ada yang menerapkan nilai selang menyerupai B+ yang setara dengan , A-, C+, AB, dan lain-lain. Misalnya B+ setara dengan nilai mutu 3,25; A- setara dengan nilai mutu 3,75; dan lain sebagainya. Adapun Bobot SKS ialah bobot untuk penilaian Satuan Kredit Semester, yang biasanya juga dikonversikan ke dalam jam tatap muka dalam seminggu (1 SKS setara 1 jam pelajaran, 2 SKS setara 2 jam pelajaran/tatap muka, dst). Penjelasan lebih lanjut akan dijabarkan dalam pola perhitungan IP di microsoft excel sbb: Buat daftar mata kuliah yang berisi minimal nama mata kuliah, SKS dan nilai Huruf. Agar proses konversi nilai karakter ke nilai mutu menjadi lebih gampang maka sebaiknya buat ju ga tabel konversi nilai tersebut. Kaprikornus bila ada perubahan hukum penilaian anda sanggup eksklusif melaksanakan penyesuaian. Selanjutnya isi kolom ketujuh (kolom nilai Mutu, kolom G) dengan nilai hasil konversi nilai karakter / Grade menjadi nilai mutu. Gunakan fungsi VLOOKUP untuk melaksanakan hal tersebut. Misalnya gunakan rumus:
=VLOOKUP(F6,$J$3:$K$7,2,FALSE)
Dimana :
  • F6 ialah rujukan sel Nilai Huruf yang akan dicari nilai mutunya
  • >$J$3:$K$7 ialah area / range kawasan mencari nilai mutu, gunakan tanda dollar ($) untuk menunjuk pada range absolut, jadi tidak berubah dikala kita akan copy rumus ke sel lain
  • Adapun angka 2 ialah indeks kolom kawasan nilai mutu berada di dalam area / range tersebut
Copy paste rumus tersebut untuk semua nilai karakter yang akan di konversi ke dalam nilai mutu. Langkah selanjutnya ialah melaksanakan perkalian antara nilai mutu dan bobot SKS, misalkan dengan pada sel H6 menggunakan rumus =G6*D6 kemudian copy sel tersebut untuk semua mata kuliah. Selanjutnya jumlahkan semua hasil perkalian nilai mutu x Bobot SKS. Gunakan fungsi SUM:
=SUM(H6:H15) Terakhir hitung Indeks prestasi semester dengan cara menghitung total nilai x bobot dibagi jumlah bobot SKS pada semester tersebut sehingga didapat capaian IP semester pertama ialah 2,9048 . Rumus excel yang digunakan :
=H16 / D16

 

CARA MENGHITUNG INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK)

Untuk menghitung Indeks prestasi kumulatif (IPK) menyerupai dengan menghitung IP semester akan tetapi nilai yang dihitung bukan cuma nilai pada satu semester saja, melainkan semua nilai yang didapat dari semester pertama hingga semester terakhir. Misalkan ingin dihitung nilai IPK hingga semester IV, maka kita jumlahkan semua nilai mutu x bobot SKS kemudian dibagi dengan semua jumlah bobot SKS yang sudah ditempuh. Contoh perhitungan IPK tersebut sanggup dilihat pada gambar di bawah ini dimana rumus excel yang digunakan ialah :
=SUM(H16,Q16,H30,Q30)/SUM(D16,M16,D30,M30)
 
 

Tips Menghitung IP dan IPK dengan Excel

  • Penghitungan IP dan IPK dekat kaitannya dengan penggunaan fungsi IF. Anda sanggup melihat lebih jauh cara menggunakan fungsi IF di excel, selain itu lihat juga cara menggunakan VLOOKUP di excel
  • Dengan menghitung IPK kita sanggup memperkirakan nilai yang akan diperoleh pada dikala final semester atau kuliah. Sehingga kita sanggup mengoptimalkan waktu, biaya dan tenaga yang harus kita habiskan untuk kuliah/sekolah.

Cara Cepat Sanggup Kerja

April 08, 2014
Mendapat pekerjaan sesudah lulus sekolah/kuliah. Setelah lulus sekolah SMK/SMA(U) atau kuliah semua tentu ingin cepat-cepat mendapatkan pekerjaan. Pekerjaan yang dicari tentu yang yummy dan sesuai dengan keinginan hati dan yang terpenting: GAJINYA BESAR! :D Semua siswa/i dan mahasiswa/i beserta keluarganya tentu berharap dengan semakin tinggi sekolah dan kuliah yang dijalani maka tentu akan semakin besar impian mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan dan tentunya honor yang tinggi. Untuk semua itu, anda jangan hanya harapkan pada keberuntungan semata tapi juga anda harus merintis mulai dari sekarang. Berikut ini tips dan cara cepat biar sanggup kerja yang saya bagikan untuk anda :

1. Tingkatkan Prestasi Akademik

Banyak orang yang ketika sekolah atau kuliah menentukan untuk menjadi biasa-biasa saja dan lebih banyak mainnya daripada mengejar prestasi. Ini akan menjadi bumerang alias kartu mati atau setidaknya sanggup menjadi kendala bagi anda ketika mencari pekerjaan. Sekalipun anda jenius akan tetapi tanpa ada prestasi yang tertulis maka anda akan dieliminir ketika seleksi kertas administrasi. Sebagai ilustrasi, bila seandainya anda benar-benar memaksimalkan kemampuan anda ketika sekolah/kuliah maka nilai anda yang bisa anda sanggup mencapai rata-rata 9 atau IPK 3,5 dimana angka ini jauh lebih tinggi daripada sang juara 1 yang hanya rata-rata 8 atau IPK 3,1. Tapi ketika seleksi manajemen anda justru akan kalah oleh mereka alasannya ijasah real anda hanya mempunyai nilai rata-rata 7 atau IPK 2,9. Padahal passing grade yang harus anda lalui yakni rata-rata 8 atau IPK 3,0. Sayang kan kalau tidak dimanfaatkan kemampuan anda tersebut? Jika anda sudah “terlihat bodoh” di atas kertas, siapa yang mau mengajari anda? Perusahaan niscaya berpikir tidak mau membuang uang percuma untuk melatih anda hanya biar anda bisa melaksanakan kualitas pekerjaan dengan standar minimal.
 

2. Manfaatkan Koneksi Pertemanan, Keluarga Dan Komunitas

Banyak orang menganggap ini yakni kongkalikong atau nepotisme. Tapi bila anda ingin cepat kerja maka manfaatkanlah kenalan, kerabat dan anggota keluarga besar anda. Bukan cuma anda yang diuntungkan, mereka juga akan diuntungkan bila anda bekerja. Selain bisa memperkokoh keluarga besar/persahabatan, juga bisa bergantung pada anda bila dibutuhkan.
 

3. Manfaatkan Kenalan dan Kakak Kelas

Bisa jadi kita kurang bersahabat dengan seseorang kenalan termasuk dengan abang kelas. Akan tetapi bila anda butuh pekerjaan, coba saja hubungi mereka terutama abang kelas di sekolah atau kuliahan. Biasanya mereka sudah mendapatkan pekerjaan dan jabatan duluan. Perasaan satu almamater atau pernah senasib akan mempermudah mereka menarik dan mendapatkan anda daripada orang lain. Anda pun bisa berlaku sama ketika menarik adik kelas anda untuk bekerja dengan anda.
 

4. Aktif dan Agresif Mencari Pekerjaan

Kalau anda minim prestasi, minim koneksi dan juga minim kenalan maka anda yang harus aktif mencari kerja. Mencari pekerjaan tidak hanya melalui koran/surat kabar, tapi juga anda bisa memanfaatkan internet, job fair, social media, pihak kampus, dinas ketenagakerjaan kawasan setempat dan media pengumuman-pengumuman lainnya.
 

5. Pilih Pekerjaan yang Paling Berharga

Bila anda masih menganggur maka ada baiknya anda menghitung semua aktifitas anda dan hargai dengan uang. Lalu pilih yang berdasarkan anda terbaik. Sebagai contoh, bila anda pengangguran total maka nilai yang anda hasilkan Rp 0/bulan. Membantu orang renta Rp 500.000/bulan. Bekerja sebagai office boy/girl honor anda Rp 1 juta per bulan. Berdagang serabutan Rp 1,5 juta per bulan. Dan lain sebagainya. Bandingkan semuanya kemudian pilih yang paling berharga dan terbaik buat anda. Dengan melaksanakan aktifitas bekerja, sekalipun pada awalnya honor yang anda peroleh kecil tetapi anda setidaknya bisa membuka jaringan pertemanan/relasi yang diperlukan bisa memperlihatkan info untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan penghasilan yang lebih besar.

 

Tips Cepat Mendapatkan Pekerjaan

Kepintaran, kecerdasan, koneksi dan kenalan yang luas, yang anda miliki bukan berarti anda akan memenangkan petarungan dalam mencari pekerjaan. Memang semua itu mempermudah dan mempercepat anda dalam mencari pekerjaan akan tetapi ada hal penting lain yang harus anda perhatikan: ETIKA/PERILAKU. Prilaku yang kurang baik akan memperlihatkan nilai yang sangat minus terhadap anda. Oleh alasannya itu, kepintaran dan kecerdasan yang anda miliki harus didukung dengan watak yang baik pula.