Tampilkan postingan dengan label fungsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fungsi. Tampilkan semua postingan

Cara Ambil Dan Menghilangkan Huruf/Karakter Dari Teks Di Excel

Agustus 21, 2015
Mengambil dan Menghapus sebagian teks di Microsoft Excel - Saat bekerja tidak jarang kita mempunyai data yang “berlebihan”. Maksudnya, kita hanya ingin sebagian dari data tersebut yang akan kita pakai sedangkan sisa yang lainnya di buang. Misalkan kita mempunyai kolom yang berisi kawasan dan tanggal lahir, data yang kita inginkan hanya kawasan lahir saja, atau mungkin tanggal lahir saja. Bila data hanya berisi satu atau dua tentu tidak menjadi masalah. Problem timbul dikala bab data yang harus dibuang ternyata ada puluhan, ratusan atau mungkin ribuan. Pada kesempatan yang kemudian saya telah memberitahukan bagaimana cara mengambil sebagian teks dari microsoft excel. Ilmu tersebut sangat berkhasiat dan menjadi dasar untuk postingan kali ini. Hal yang paling dasar yakni sebelum memulai menghilangkan huruf/karakter teks, anda harus benar-benar mengenal format data yang anda miliki.

 

1. Hanya mengambil karakter/huruf pada awal data.

Untuk mengambil beberapa karakter/huruf pada awal teks dan membuang sisa teks (bagian tengah dan akhir) kita sanggup memakai fungsi LEFT() menyerupai tumpuan berikut ini :

Pada tumpuan tersebut kita memakai rumus =LEFT(A2,5). Maksudnya kita mengambil teks yang ada di sel A2 sebanyak 5 karakter dari kiri. Perhatikan untuk nama dea. Lima karakter dari kiri teks A5 tersebut yakni karakter “d”, “e”, “a”, spasi, dan tanda kurung buka “(“.

Lantas bagaimana kalau kita ingin hanya nama depan saja (misal dea)? Maka anda perlu mempelajari dan memperhatikan format data milik anda dengan seksama. Pada tumpuan tersebut setiap nama tengah ditandai dengan kurung buka. Kaprikornus kita sanggup memakai karakter “(“ tersebut sebagai batas nama depan.

Perhatikan pada gambar diatas, kita memakai rumus =TRIM(LEFT(A2,SEARCH("(",A2,1)-1)). Maksud dari SEARCH("(",A2,1)-1 yakni meminta excel menemukan posisi karakter “(“ yang ada di teks pada sel A2. Selanjutnya posisi tersebut dikurangi dengan 1. Adapun fungsi TRIM() dipakai untuk membuang karakter spasi atau tab yang ada di teks.

2. Hanya mengambil karakter/huruf pada final teks

Untuk mengambil karakter dari belakang atau dari kanan teks kita sanggup memakai fungsi RIGHT(). Fungsi ini kebalikan dari fungsi LEFT().

Pada gambar diatas terlihat kita memakai rumus RIGHT(A2,5) untuk mengambil 5 karakter dari belakang / kanan teks. Seperti halnya pada pengambilan karakter dari kiri/depan, fungsi RIGHT() akan mengambil dari kanan. Meskipun demikian, hasil yang diberikan terkadang tidak memperlihatkan hasil yang kita inginkan. Karena untuk bisma, chicha, dan eddy nama belakang yang dihasilkan tidaklah sesuai dengan yang diharapkan. Kita perlu memodifikasi menyerupai fungsi LEFT() diatas supaya semua nama belakang sanggup ditampilkan.

Pada gambar diatas kita memakai rumus =TRIM(RIGHT(A2,LEN(A2)-SEARCH(")",A2,1))). Fungsi LEN(A2) akan memperlihatkan panjang karakter yang ada di sel A2. Adapun SEARCH(")",A2,1) akan mencari posisi dari karakter kurung tutup “)”. Kaprikornus secara logika, panjang karakter yang diminta yakni mulai dari kanan teks sebanyak panjang teks dikurangi dengan posisi kurung tutup. Selanjutnya fungsi TRIM() akan memastikan spasi dan karakter tab dibuang dari teks yang dihasilkan.

3. Hanya mengambil karakter/huruf ditengah sel teks

Pengambilan karakter atau karakter yang berada ditengah teks sangat penting. Biasanya dipakai untuk mengambil sebagian instruksi yang mempunyai arti tertentu. Misalkan kita mempunyai Nomor Induk Mahasiswa 2014360278 dimana 2014 yakni tahun masuk, 36 yakni instruksi kegiatan studi dan 0278 yakni nomor urut. Untuk mengambil instruksi kegiatan studi maka anda perlu derma fungsi MID(). Formula yang sanggup dipakai yakni =MID(“2014360278”, 5,2) atau kalau nilai tersebut terletak pada sel A2 maka rumus excel yang sanggup kita pakai yakni =MID( A2, 5,2). Artinya, ambil teks sebanyak dua karakter atau dua karakter dengan posisi dimulai dari karakter yang ke lima. Bila di excel sanggup dilihat menyerupai gambar berikut :

Lantas bagaimana kalau ternyata posisi karakter tidak selalu sama? Hal ini sering terjadi di kehidupan nyata. Kadangkala kita menghadapi problem bahwa posisi karakter yang kita ambil tidak selalu sama. Untuk mengatasi hal tersebut kita perlu ada tanda karakter atau kejelian khusus pengamatan anda terhadap daftar instruksi yang ada. Sebagai contoh, misalkan kita ingin mengambil nama tengah yang diapit oleh tanda kurung buka dan kurung tutup menyerupai yang terdapat pada contoh-contoh sebelumnya. Formula excel yang sanggup kita gunakan yakni =MID(A2,SEARCH("(",A2)+1,SEARCH(")",A2)-SEARCH("(",A2)-1).

Perhatikan. Ada dua bab penting pada rumus diatas: SEARCH("(",A2)+1 dan SEARCH(")",A2)-SEARCH("(",A2)-1.

SEARCH("(",A2) memperlihatkan posisi karakter kurung buka, +1 artinya karakter setelahnya.

SEARCH(")",A2)-SEARCH("(",A2)-1 memperlihatkan panjang karakter / karakter yang akan diambil. Dimana SEARCH(")",A2) yakni posisi kurung tutup, dikurang SEARCH("(",A2) atau kurung buka, kemudian dikurangi lagi dengan satu (karena dimulai sesudah kurung buka).

Amati dengan seksama. Posisi kurung buka dan kurung tutup pada daftar nama tersebut berbeda-beda, tetapi nama tengah yang diambil selalu benar.

4. Menghilangkan karakter/huruf ditengah sel teks

Untuk menghilangkan karakter atau karakter ditengah teks kita sanggup menggabungkan fungsi LEFT() dan RIGHT(). Lihat bagaimana semua nama tengah yang ada pada daftar nama “dihilangkan” dengan adonan kedua fungsi tersebut.

Lihat gambar diatas. Rumus yang dipakai yakni =TRIM(LEFT(A2,SEARCH("(",A2,1)-1))&" "&TRIM(RIGHT(A2,LEN(A2)-SEARCH(")",A2,1))). Bila kita memecahnya maka akan ada 3 bab penting pada rumus tersebut.

TRIM(LEFT(A2,SEARCH("(",A2,1)-1)) yakni mengambil nama depan, menyerupai yang ada pada bab pertama tadi (mengambil dari kiri).

TRIM(RIGHT(A2,LEN(A2)-SEARCH(")",A2,1))) yakni mengambil nama belakang, menyerupai yang ada pada bab kedua (mengambil teks dari kanan).

&” “& yakni aksesori spasi. Untuk menggabung teks kita perlu memakai operator &. Sedangkan untuk teks kita harus mengapitnya dengan memakai tanda petik dua. Coba saja anda ubah rumus tersebut menjadi &”---“&, perhatikan apa yang terjadi.
 

Tips Mengambil dan Menghilangkan Huruf/Karakter dari Teks di Excel

  • Fungsi LEFT(), RIGHT() dan MID() yakni fungsi pengolahan teks yang sering digabung dengan fungsi TRIM() dan operator & maupun fungsi lainnya
  • Perlu kejelian dan hukum yang terang dan anda pahami dalam mengekstrak data/kode dari teks yang anda miliki. Pengalaman akan semakin mempermudah anda dalam melakukannya
  • Jika anda hanya butuh nilainya saja (value) maka lakukan saja Paste Values dari hasil rumus excel yang anda gunakan.

Cara Menghitung Ip Dan Ipk Dengan Excel

Oktober 04, 2014
Menghitung Indeks Prestasi (Kumulatif) - Indeks prestasi (IP) ialah nilai final yang diperoleh siswa/mahasiswa dari mengikuti acara berguru mengajar mata pelajaran/mata kuliah pada satu periode waktu tertentu (IP semester). Sedangkan indeks prestasi kumulatif (IPK) ialah perhitungan adonan nilai semua mata kuliah mulai dari awal kuliah hingga / hingga dengan semester tertentu. Nilai ini akan memilih bagaimana gelar/predikat anda dikala lulus nanti, apakah termasuk “biasa-biasa saja”, memuaskan, sangat memuaskan, atau cum laude.
Secara garis besar saya akan membagi goresan pena ini menjadi 3 bab besar, yakni :
  1. Cara Menghitung Nilai Akhir Mata Pelajaran/Mata Kuliah
  2. Cara Menghitung Indeks Prestasi (IP) Semester
  3. Cara Menghitung Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)

 
 

CARA MENGHITUNG NILAI AKHIR MATA PELAJARAN/MATA KULIAH

Sebelum menghitung nilai IP dan IPK, anda harus tahu dahulu bagaimana cara menghitung nilai final yang anda peroleh dikala semester berakhir.

Cara Menentukan Nilai Akhir Mata Kuliah / Mata Pelajaran

Setiap sekolah atau akademi tinggi mempunyai sendiri variabel dan bobot dari masing-masing variabel penilaian. Bahkan, sanggup jadi setiap guru/dosen mempunyai metode dan pembobotan tersendiri yang biasanya akan diterangkan dikala pertemuan pertama. Tetapi secara umum ada 5 (lima) variabel yang biasa digunakan dalam perhitungan nilai final yang akan di sanggup oleh setiap siswa/mahasiswa, yakni :

  1. Kehadiran,
  2. Quiz,
  3. Tugas,
  4. Ujian tengah semester (UTS/Mid test), dan
  5. Ujian final semester (UAS / Final test)
Untuk lebih jelasnya kita akan bahas dalam bentuk pola perhitungan bagaimana variabel-variabel tersebut kuat dalam perhitungan nilai huruf/grade yang akan didapat oleh seorang siswa/mahasiswa.

Misalkan nilai bobot dari masing masing variabel tersebut ialah Kehadiran mempunyai bobot 10%, Quiz(15%), Tugas (20%), UTS(25%), UAS(30%). Sedangkan nilai final yang diperoleh siswa dari masing-masing variabel tersebut contohnya ialah :

  1. Kehadiran, hadir 11 dari 12 kali pertemuan => 11/12*100 = 91,67
  2. Quiz, 4 kali quiz => (70+85+55+75)/4 = 71,25
  3. Tugas, 6 kali kiprah => (85+100+95+100+80+95)/6 = 92,5
  4. Ujian tengah semester (UTS/Mid test), => 76, dan
  5. Ujian final semester (UAS / Final test) => 85

Selanjutnya setiap nilai akan dikalikan dengan bobot yang telah ditentukan sebelumnya. Misalkan untuk Kehadiran 91,67 x 10% = 9,167; Tugas 71,25 x 15% = 10,69 ; dan seterusnya. Kemudian semua Nilai x Bobot tersebut dijumlahkan dan anda akan mendapat nilai final yang diperoleh seorang siswa / mahasiswa, yakni 82,85 . Bila kita hitung menggunakan excel maka kita sanggup membuatnya menyerupai langkah-langkah berikut:

  1. Pertama-tama buat tabel untuk perhitungan dengan variabel yang akan digunakan
  2. Selanjutnya berikan bobot untuk setiap variabel tersebut. Ingat, jumlah dari bobot tersebut harus 100%
  3. Setelah itu berikan nilai final yang diperoleh dari setiap variabel tersebut, misalkan menyerupai pola dibawah ini :
  4. Langkah selanjutnya kalikan setiap nilai dengan bobot variabel, anda sanggup membuatnya pada salah satu sel terlebih dahulu (misal rumus pada sel B6 berisi =B4*B4 ), kemudian copy rumus tersebut untuk setiap variabel
  5. Terakhir jumlahkan semua hasil nilai dikali bobot yang ada di variabel untuk mendapat nilai final mata kuliah / pelajaran.

 

Cara Menentukan Nilai Huruf / Grade Nilai Akhir

Setelah nilai final mata kuliah / mata pelajaran dihitung maka langkah selanjutnya ialah memilih nilai karakter yang akan di dapat. Seperti halnya variabel nilai dan bobot, range atau interval dalam penentuan nilai karakter ini juga tergantung pada hukum main yang digunakan sekolah/perguruan tinggi. Oleh alasannya itu hukum main antara sekolah/kampus yang satu sanggup saja berbeda dengan sekolah/kampus yang lainnya. Sebagai contoh, misalkan hukum yang akan digunakan dalam penentuan grade / karakter nilai ialah sebagai berikut :
  • Grade A , bila nilai final berada antara 85.00 - 100.00,
  • Grade B , bila nilai final berada antara 70.00 - 84.99,
  • Grade C , bila nilai final berada antara 55.00 - 69.99,
  • Grade D , bila nilai final berada antara 40.00 - 54.99,
  • Grade E , bila nilai final berada antara 0.00 - 39.99.
Dengan hukum pemeringkatan tersebut, tentu saja nilai final yang telah dihitung sebelumnya sebesar 82,85 akan mendapat nilai karakter / Grade B . Jika penentuan grade karakter dari nilai ini hanya satu atau dua nilai saja tentu tidak menjadi masalah. Masalah gres akan muncul bila nilai final yang harus ditentukan menjadi grade karakter jumlahnya sangat banyak. Microsoft excel sanggup membantu kita mempermudah, mempercepat dan mengatasi hal tersebut. Fungsi IF akan digunakan dalam memilih grade sebuah nilai akhir. Sintaks penggunaan fungsi IF ialah :

IF( Kondisi, nilai_jika_true, nilai_jika_false)

Dimana :
  • kondisi ialah nilai atau statement yang akan dievaluasi, contohnya 4<5, 7=9, A2<B3, dsb.
  • Nilai_jika_true ialah nilai yang akan diberikan bila kondisi bernilai true (betul), misal 4<5.
  • Nilai_jika_false ialah nilai yang akan diberikan bila kondisi bernilai false (salah), misal 7=9.
Contoh: bila ada rumus excel =IF(10>=5, “mobil”, 5) maka nilai yang akan dikembalikan ialah “mobil”. Kembali ke penentuan Grade Huruf dari nilai akhir. Bila rumus excel =IF( G6>=85, “A”, “bukan Grade A”) maka bila nilai yang ada pada sel G6 berisi 85, 86, 87, dst bilangan yang lebih besar atau sama dengan 85 (termasuk 101, 120, dst) maka nilai yang dikembalikan ialah “A”, bila nilai G6 lebih kecil dari 85 ( 84, 56, -10, dst) maka nilai yang dikembalikan ialah “bukan Grade A”. Dengan demikian, untuk memilih Grade nilai final kita membutuhkan konsep rekursif atau suatu bentuk IF berulang atau IF di dalam IF (Nested IF) sebagaimana yang tampak pada ilustrasi berikut: Pada gambar diatas terlihat bila NILAI lebih besar atau sama dengan 85 maka akan menghasilkan “A” (Area Biru), bila tidak maka sud ah niscaya ada di area kuning dan masuk pada IF berikutnya. Pada IF Kedua akan di cek NILAI >= 70 atau tidak, bila true(iya) maka akan diberikan “B”, bila tidak maka akan masuk pada IF yang ketiga, dan seterusnya. Anda tidak perlu galau atau takut NILAI besar menyerupai 90, 100, 105, dst yang lebih dari 85 akan masuk pada IF kedua. Nilai-nilai tersebut sudah niscaya akan masuk / disaring pada filter IF yang pertama. Kaprikornus Nilai yang disaring pada IF kedua hanya NILAI yang berada antara 70 hingga 84,99999 (kurang dari 85). Mekanisme ini diulangi untuk IF ketiga dan seterusnya.

Untuk memilih Nilai Huruf/Grade di microsoft Excel anda sanggup melaksanakan langkah-langkah berikut:

  1. Pilih sebuah sel baru. Lalu dengan mengikuti konsep pembuatan konsep rumus penentuan Grade Huruf dari nilai Akhir di atas maka ketik rumus excel berikut (dengan mengganti semua goresan pena NILAI dengan sel referensi, misal G6):
    =IF(G6>85, "A", IF(G6>70, "B", IF(G6>55, "C", IF(G6>40, "D", "E"))))
  2. Bila anda ingin semoga rumus tersebut bersifat fleksibel, artinya sanggup dengan gampang mengganti range nilai, maka sebaiknya untuk semua nilai batas diganti dengan menggunakan sel referensi. Buat terlebih dahulu tabel grade penentuan nilai kemudian ubah parameter IF merujuk kepada sel-sel rujukan tersebut menyerupai pola berikut:
    =IF(G6>=$D$10, "A", IF(G6>=$D$11, "B", IF(G6>=$D$12, "C", IF(G6V=$D$13, "D", "E"))))

 

CARA MENGHITUNG INDEKS PRESTASI (IP) SEMESTER

Setelah anda mengetahui darimana nilai Grade anda di sanggup maka selanjutnya ialah menghitung indeks prestasi yang anda raih dalam satu semester. Rumus untuk menghitung IP semester ialah sebagai berikut : Nilai mutu umumnya berada dalam skala 0 – 4, dimana nilai grade E disamakan dengan 0 (gagal), D = 1 (kurang), C = 2(cukup), B = 3(baik) dan A=4(terbaik). Pada beberapa akademi tinggi / sekolah ada yang menerapkan nilai selang menyerupai B+ yang setara dengan , A-, C+, AB, dan lain-lain. Misalnya B+ setara dengan nilai mutu 3,25; A- setara dengan nilai mutu 3,75; dan lain sebagainya. Adapun Bobot SKS ialah bobot untuk penilaian Satuan Kredit Semester, yang biasanya juga dikonversikan ke dalam jam tatap muka dalam seminggu (1 SKS setara 1 jam pelajaran, 2 SKS setara 2 jam pelajaran/tatap muka, dst). Penjelasan lebih lanjut akan dijabarkan dalam pola perhitungan IP di microsoft excel sbb: Buat daftar mata kuliah yang berisi minimal nama mata kuliah, SKS dan nilai Huruf. Agar proses konversi nilai karakter ke nilai mutu menjadi lebih gampang maka sebaiknya buat ju ga tabel konversi nilai tersebut. Kaprikornus bila ada perubahan hukum penilaian anda sanggup eksklusif melaksanakan penyesuaian. Selanjutnya isi kolom ketujuh (kolom nilai Mutu, kolom G) dengan nilai hasil konversi nilai karakter / Grade menjadi nilai mutu. Gunakan fungsi VLOOKUP untuk melaksanakan hal tersebut. Misalnya gunakan rumus:
=VLOOKUP(F6,$J$3:$K$7,2,FALSE)
Dimana :
  • F6 ialah rujukan sel Nilai Huruf yang akan dicari nilai mutunya
  • >$J$3:$K$7 ialah area / range kawasan mencari nilai mutu, gunakan tanda dollar ($) untuk menunjuk pada range absolut, jadi tidak berubah dikala kita akan copy rumus ke sel lain
  • Adapun angka 2 ialah indeks kolom kawasan nilai mutu berada di dalam area / range tersebut
Copy paste rumus tersebut untuk semua nilai karakter yang akan di konversi ke dalam nilai mutu. Langkah selanjutnya ialah melaksanakan perkalian antara nilai mutu dan bobot SKS, misalkan dengan pada sel H6 menggunakan rumus =G6*D6 kemudian copy sel tersebut untuk semua mata kuliah. Selanjutnya jumlahkan semua hasil perkalian nilai mutu x Bobot SKS. Gunakan fungsi SUM:
=SUM(H6:H15) Terakhir hitung Indeks prestasi semester dengan cara menghitung total nilai x bobot dibagi jumlah bobot SKS pada semester tersebut sehingga didapat capaian IP semester pertama ialah 2,9048 . Rumus excel yang digunakan :
=H16 / D16

 

CARA MENGHITUNG INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK)

Untuk menghitung Indeks prestasi kumulatif (IPK) menyerupai dengan menghitung IP semester akan tetapi nilai yang dihitung bukan cuma nilai pada satu semester saja, melainkan semua nilai yang didapat dari semester pertama hingga semester terakhir. Misalkan ingin dihitung nilai IPK hingga semester IV, maka kita jumlahkan semua nilai mutu x bobot SKS kemudian dibagi dengan semua jumlah bobot SKS yang sudah ditempuh. Contoh perhitungan IPK tersebut sanggup dilihat pada gambar di bawah ini dimana rumus excel yang digunakan ialah :
=SUM(H16,Q16,H30,Q30)/SUM(D16,M16,D30,M30)
 
 

Tips Menghitung IP dan IPK dengan Excel

  • Penghitungan IP dan IPK dekat kaitannya dengan penggunaan fungsi IF. Anda sanggup melihat lebih jauh cara menggunakan fungsi IF di excel, selain itu lihat juga cara menggunakan VLOOKUP di excel
  • Dengan menghitung IPK kita sanggup memperkirakan nilai yang akan diperoleh pada dikala final semester atau kuliah. Sehingga kita sanggup mengoptimalkan waktu, biaya dan tenaga yang harus kita habiskan untuk kuliah/sekolah.

Cara Mengetahui Jenis Kelamin Dari Nomor Ktp Via Excel

September 17, 2014
Mendapatkan warta dari Nomor eKTP - Nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP) mempunyai hukum pembuatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Nomor Kartu bersifat unik, tidak ada nomor KTP yang ganda/berulang. Setiap angka yang tercantum dalam Nomor KTP mempunyai arti dan makna dari sang empunya kartu tersebut. Dari nomor kartu kita sanggup mendapat warta Provinsi, Kabupaten dan kota daerah domisili atau kartu tanda penduduk tersebut dikeluarkan, tanggal lahir, dan tentu saja jenis kelamin sang pemilik kartu. Kali ini kita hanya akan membahas bagaimana memilih apakah seseorang itu mempunyai jenis kelamin laki-laki (pria) atau perempuan (wanita) menurut digit yang tercantum dalam KTP. Sebagai contoh, bila ada seseorang perempuan yang lahir pada tanggal 19 maret 1984 mendaftarkan untuk memperoleh KTP di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, maka nomor KTP yang diberikan yaitu 31 74 10 590384 0001. Mengapa demikian? Karena Format nomor KTP yaitu PPKKCCHHBBTTRRRR
  • PP yaitu nomor instruksi Provinsi daerah dimana diterbitkannya KTP, 31 yaitu instruksi Provinsi DKI Jakarta.
  • KK yaitu nomor instruksi Kabupaten/Kota daerah dimana diterbitkannya KTP, 74 yaitu instruksi Jakarta Pusat.
  • CC yaitu nomor instruksi Kecamatan daerah dimana diterbitkannya KTP, 10 yaitu instruksi kecamatan Cempaka Putih.
  • HH yaitu tanggal hari lahir dari pemilik KTP, khusus untuk perempuan tanggal lahir akan ditambah 40, jadi tanggal lahir 19 akan menjadi 59.
  • BB yaitu bulan lahir dari pemilik KTP, 03 yaitu bulan maret.
  • TT yaitu tahun lahir dari pemilik KTP, tahun 83 maksudnya 1983.
  • RRRR yaitu nomor registrasi, 0001 yaitu yang pertama, bila sudah ada yang menggunakan diganti dengan 0002, 0003, dan seterusnya.
Nah, kembali ke urusan mengetahui jenis kelamin tadi. Untuk mengetahui jenis kelamin berarti kita harus mengambil terlebih dahulu digit ke tujuh dan ke delapan dari nomor ktp. Fungsi Excel MID() sanggup kita gunakan untuk mengambil karakter/digit ke 7 dan 8 sebagai berikut:

=MID(C1;7;2)

Maksud dari rumus tersebut yaitu mengambil aksara dari sel C1 mulai dari posisi aksara ke 7, dan sebanyak 2 karakter. Untuk lebih jelasnya lihat ilustrasi berikut

Setelah nilai tersebut kita dapat, kemudian kita lihat apakah nilainya lebih dari 40 atau tidak. Jika lebih dari empat puluh maka sudah sanggup dipastikan bila pemilik nomor KTP tersebut yaitu perempuan (Wanita), bila kurang dari 40 berarti pemilik KTP yaitu laki-laki. Asumsi ini dipakai bahwa nomor KTP yang tercantum sudah benar. Selengkapnya penggunaan rumus tersebut sanggup dilihat sebagai berikut:

Pada gambar diatas, cara pertama yaitu penggunaan fungsi MID() dan IF() terpisah. Sedangkan pada Cara kedua, fungsi MID() dan IF() disatukan dalam satu buah rumus / formula.
 

Tips Mengetahui Jenis Kelamin dari Nomor KTP Via Excel

  • Saat menggunakan mid, pastikan pada nomor KTP tidak ada spasi, titik atau aksara lain. Jika ada aksara lain maka harus dihitung juga sehingga posisi aksara tanggal lahir yang di ambil sanggup saja bukan pada posisi 7 dan 8.
  • Untuk instruksi provinsi, kota/kabupaten dan kecamatan sanggup anda lihat pada website Kementerian Dalam Negeri (kemendagri).
 
Anda ingin tau ingin mencoba? silahkan Download file teladan Cara Mengetahui Jenis Kelamin dari Nomor KTP (Microsoft Excel).

Cara Menjumlahkan Nilai Sel Yang Tampil Saja Di Excel 2010

Maret 25, 2014
Penjumlahan hanya pada sel yang tampil saja - Penjumlahan merupakan hal sederhana tetapi sering dilakukan di Microsoft excel 2010. Biasanya kita menjumlahkan nilai dengan memakai fungsi SUM(). Selain mudah, juga hasil penjumlahan akan lebih cepat didapat daripada kita menjumlahkan secara manual dengan memakai operator + (plus/tambah). Penjumlahan akan terlihat “Aneh” saat ada sebuah sel/baris yang kita “hide” sehingga ada nilai yang tidak terlihat di monitor/print out akan tetapi tetap ikut juga terjumlah oleh fungsi SUM(). Sebagai teladan ibarat yang tampak pada gambar dibawah ini. Misalkan kita menjumlahkan angka 1+2+...+6 atau ditulis dengan rumus =SUM(B1:B6) dimana kesannya ialah 21. Sebenarnya ada fungsi lain yang lebih “powerful” daripada sekedar fungsi SUM(), yakni fungsi SUBTOTAL(). Untuk menjumlahkan sel B1 sampai b6 kita sanggup melakukannya dengan rumus =SUBTOTAL(109, B1:B6) ibarat yang tampak pada gambar berikut : Lantas kenapa fungsi SUBTOTAL lebih powerful? Karena fungsi SUBTOTAL tersebut sanggup menghitung hanya jumlah untuk sel yang sedang tampil saja. Oke untuk lebih jelasnya kita lakukan praktek saja. Misalkan sel atau baris ke tiga kita “Hide” atau sembunyikan. Lantas apa apa yang terjadi sehabis baris ke tiga di hidden? Angka yang tampak ialah 1, 2, 4, 5, 6. Nilai 3 sudah disembunyikan. Perhatikan perbedaan pada hasil penjumlahan dengan memakai fungsi SUM() dan SUBTOTAL(). Hasil fungi SUM() tetap mengatakan nilai 21 sedangkan hasil fungsi SUBTOTAL() menghasilkan nilai 18 atau sesuai dengan angka yang tampil. Bagi anda yang tahu file excel nya tentu tidak masalah. Lain halnya jikalau anda print out table dengan angka tersebut kemudian diberikan kepada orang lain. Anda tentu bisa-bisa dituduh melaksanakan “markup” atau korupsi alasannya jumlah nilai tidak sama dengan daftar angka-angka yang sedang ditampilkan :D

Bagaimana? Lebih powerful fungsi SUBTOTAL() bukan?!


 

Tips Menjumlahkan Nilai Sel Yang Tampil Saja di Microsoft Excel 2010

Jika anda bekerja memakai Hide/Unhide cells (baris / kolom) maka sebaiknya anda mengganti semua fungsi SUM() yang anda gunakan dalam dokumen anda dengan fungsi SUBTOTAL() alasannya akan menghindari terjadinya kesalahan perhitungan secara logic.

Cara Memilih Tanggal Angsuran Bulanan Di Ms Excel

Maret 04, 2014
Membuat Tanggal angsuran mengikuti jumlah maksimal hari dalam satu bulan - Salah satu kebiasaan atau cara pembayaran cicilan/angsuran yaitu dengan menetapkan tanggal jatuh tempo yang sama setiap bulan. Dari artikel terakhir perihal bagaimana cara memilih tanggal angsuran /cicilan setiap bulan aku jadi merasa ibarat memiliki pe-er. Di bab final artikel tersebut hanya menyarankan kepada para pembaca untuk memilih sendiri dengan fungsi kecerdikan IF() apakah sebuah tanggal ada atau tidak pada bulan berikutnya. Sebagai contoh, jikalau tanggal jatuh tempo angsuran anda yaitu tanggal 28 bulan februari, tentu bulan maret, april, mei dst akan jatuh tempo juga tanggal 28 setiap bulannya. Akan tetapi lain halnya jikalau cicilan pertama anda pada tanggal 31 januari, maka tanggal jatuh tempo berikutnya harus bermetamorfosis tanggal 28 februari, 31 maret, 30 april, 31 mei, dst mengikuti tanggal terakhir yang ada pada bulan tersebut. Logika untuk menciptakan tanggal angsuran sama setiap bulannya atau maksimal berada pada tanggal di final bulan sanggup dijelaskan sebagai berikut : Di microsoft excel, kita sanggup memakai fungsi DAY() untuk mendapat hari dalam sebuah tanggal. Sedangkan untuk mendapat tanggal maksimal dalam sebuah bulan kita sanggup gunakan fungsi EOMONTH(), atau kalau untuk mendapat jumlah hari maksimal dalam sebuah bulan saja maka kita gabungkan saja fungsi DAY() dengan EOMONTH(). Untuk lebih jelasnya kita eksklusif saja dengan contoh. Misalkan kita punya sebuah tanggal 16 februari 2014 yang kalau ditulis dalam excel yaitu “2/16/2014”. Untuk mendapat tanggal / hari dari penanggalan tersebut kita gunakan rumus excel =DAY(“2/16/2014”) dimana alhasil yaitu nilai 16. Sedangkan untuk mengetahui jumlah hari pada bulan tersebut kita gunakan rumus =DAY(EOMONTH(“2/16/2014”)) dimana alhasil yaitu 28 (jumlah hari terbanyak di bulan februari tahun 2014). Kembali ke awal, ke perhitungan rumus untuk memilih tanggal yang sama setiap bulannya. Kalau begitu untuk rumus tersebut kita sanggup modifikasi sebagai berikut : Pada gambar tersebut terlihat bahwa tanggal akan mengikuti maksimal hari dalam satu bulan. Rumus yang dibentuk juga cukup panjang tetapi sanggup diterangkan sebagai berikut : Fungsi IF() memperlihatkan kita memakai fungsi kecerdikan IF() dengan kondisi yang dibandingkan yaitu DAY($B$2) yang artinya tanggal angsuran, sedangkan DAY(EOMONTH(DATE(YEAR($B$2),MONTH($B$2)+A2,1),0)) akan memperlihatkan jumlah maksimal hari yang ada pada bulan berikutnya, berikutnya, dst. Selanjutnya jikalau kondisi tersebut YA (dimana tanggal lebih besar dari jumlah maksimal hari) maka gunakan tanggal dengan jumlah maksimal hari pada bulan tersebut yang ditulis dengan EOMONTH(DATE(YEAR($B$2),MONTH($B$2)+A2,1),0),DATE(YEAR($B$2) Sedangkan jikalau kondisi tersebut tidak (menunjukkan tanggal masih sama atau lebih kecil dari jumlah hari pada bulan tersebut) maka gunakan tanggal tersebut di bulan yang berkenaan yang ditulis dengan MONTH($B$2)+A2,DAY($B$2))) .
 

Tips Menentukan Tanggal Angsuran di Microsoft Excel

Fungsi DATE() akan menciptakan tanggal sesuai dengan tahun, bulan, dan tanggal(hari) yang diberikan. Sebagai contoh, =DATE( 2014, 2, 16) akan memperlihatkan nilai tanggal 16 Februari 2014. Ada banyak jalan menuju roma. Anda juga sanggup menciptakan rumus yang berbeda untuk mendapat tanggal cicilan yang sama di microsoft excel.

Cara Mengubah Abjad Kecil/Besar Semua Di Ms Excel 2010

Oktober 22, 2013
Penggunaan abjad besar (kapital) dan kecil semua sering dijumpai dikala menciptakan dokumen. Sangat disayangkan jikalau ketikan yang telah begitu banyak tiba-tiba harus diganti lantaran harus memakai abjad kecil atau abjad besar semua. Hal ini disebabkan lantaran akomodasi pengeditan di excel tidak menyerupai di microsoft word. Makara jikalau ada kesalahan penggunaan abjad besar/kecil maka kita harus menghapus atau menggantinya dengan mengetik ulang memakai abjad besar(kapital) dan begitu juga sebaliknya. Sebenarnya kita sanggup mensiasati hal tersebut dengan proteksi fungsi UPPER() dan LOWER() di microsoft excel. Fungsi UPPER() akan mengubah teks menjadi abjad besar/kapital, sedangkan fungsi LOWER() akan merubah teks menjadi abjad kecil semua. Untuk lebih jelasnya lihat pola berikut :
  1. Misalkan kita mempunyai teks yang ada pada kolom B.
  2. Untuk menghasilkan teks dengan abjad besar semua maka kita gunakan fungsi UPPER() pada kolom C. Rumus yang kita isi pada sel yaitu =UPPER(B2) kemudian tekan tombol ENTER , maksudnya yaitu kita akan menciptakan teks yang ada pada sel B2 dengan abjad besar semua.
  3. Selanjutnya copy paste rumus tersebut pada sel lain untuk melaksanakan proses yang sama. Caranya tarik ke bawah saja sudut kanan bawah dari sel C2 atau gunakan tombol CTRL+C (copy) dan CTRL+V (paste) menyerupai yang biasa anda lakukan.
  4. Semua sel pada kolom C yang anda isikan rumus dengan fungsi UPPER() akan berisi teks yang sama dengan yang ada di kolom B hanya saja memakai abjad kapital /besar .
  5. Untuk menciptakan semua teks menjadi abjad kecil, ganti fungsi UPPER() di atas menjadi LOWER(). Setelah itu copy lagi rumus tersebut ke semua sel yang kita inginkan.

Mendapatkan Nilai dengan Huruf Besar/Kecil, bukan Rumus

Lantas muncul pertanyaan, dikala kita memakai rumus bagaimana jikalau nilai tersebut muncul di kolom B sebagai nilai? Karena tentu saja rumus akan menjadi circular jikalau anda memunculkan rumus tersebut di kolom B dan acuan fungsi di kolom C atau D. Jawaban yang paling gampang yaitu memakai akomodasi Paste Values di Microsoft Excel. Cara mendapat nilai abjad besar/kecil di microsoft excel 2010 dengan Paste Values yaitu sebagai berikut:
  1. Blok sel yang ada abjad besarnya semua kemudian tekan CTRL+C atau klik tombol Copy.
  2. Selanjutnya letakkan kursor pada kolom B2 atau di awal dari sel daerah hasil copy / paste.
  3. Kemudian klik ribbon Home lalu klik tombol Dropdown Paste terus pilih Paste Values .
  4. Semua nilai akan menjadi abjad besar dan bukan lagi berupa rumus dengan fungsi UPPER() atau LOWER() .

 

Tips Merubah Huruf Kecil/Besar Semua di Ms Excel

Pada microsoft excel 2010 selain memanfaatkan pilihan paste values melalui ribbon, anda juga sanggup memakai klik kanan pada sel B2 kemudian pilih Paste Values