Tampilkan postingan dengan label formula. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label formula. Tampilkan semua postingan

3 Cara Gampang Copy Rumus Dari Pdf/Internet Ke Ms Word

Agustus 10, 2015
Menyalin rumus dari file PDF/internet - Saat menciptakan skripsi, akan tesis atau karya ilmiah lainnya sudah niscaya kita akan membutuhkan rujukan yang bisa kita dapatkan melalui internet. Tidak jarang kita perlu memasukkan rumus penting ke dalam karya tulis kita untuk mendukung teori atau hipotesa penelitian yang kita ajukan. Secara normal, untuk memasukkan rumus dalam microsoft word kita bisa menggunakan Equation Editor menyerupai halnya cara menciptakan rumus akar kuadrat di microsoft word. Dengan kemudahan yang ada di Equation editor kita bahkan bisa menciptakan rumus yang kompleks sekalipun. Meskipun demikian tentu akan membutuhkan kemampuan dan waktu yang relatif lebih banyak. Oleh alasannya ialah itu perlu dipertimbangkan cara lain untuk bagaimana memasukkan rumus dalam dokumen anda.

Bila anda gaptek untuk menggunakan Equation Editor atau dalam keadaan mendesak maka anda bisa menyalin rumus dalam waktu singkat dengan cara gampang berikut :

Snapshot Adobe Reader untuk File PDF

Cara ini ialah cara yang umum dilakukan bagi anda pengguna para Acrobat Reader. Untuk copy-paste rumus lakukan langkah-langkah berikut :
  1. Buka file rujukan (PDF) anda menggunakan acrobat reader.
  2. Kemudian pada sajian Edit pilih Take Snapshot
  3. Selanjutnya pilih area rumus yang akan disalin. Bila ada konfirmasi sudah di copy ke clipboard, klik tombol OK saja.
  4. Kemudian buka file karya tulis anda dengan microsoft word. Klik untuk meletakkan cursor text pada posisi dimana kita akan menyisipkan rumus
  5. Setelah itu klik tombol Paste atau tekan tombol keyboard CTRL+V .
  6. Rumus akan segera ditampilkan. Bila perlu, atur kembali posisi dan ukuran rumus

 

Screen Shot Microsoft Word

Bila anda pengguna Microsoft Word 2010/2013, anda sanggup dengan gampang dan cepat mengambil screen shot rumus yang anda butuhkan. Yang perlu anda lakukan adalah:
  1. Buka file karya tulis anda dengan microsoft word 2010/2013.
  2. Buka dahulu jurnal atau file PDF rujukan anda dan tampilkan rumus yang akan di copy
  3. Tampilkan kembali karya tulis anda yang ada di aplikasi microsoft word (Harus berurut, buka dahulu PDF kemudian harus eksklusif ke ms word lagi).
  4. Pilih tab ribbon Insert kemudian klik tombol ScreenShot kemudian pilih Screen Clipping .
  5. Selanjutnya pilih (dengan drag) area rumus yang berisi rumus yang anda butuhkan.
  6. Microsoft word akan eksklusif menambahkan rumus yang anda pilih dalam dokumen anda.

 

Print Screen Layar

Cara ini sangat cocok dan compatible bagi anda yang tidak mempunyai kemudahan Snapshot Reader ataupun ScreenShot Word . Untuk melaksanakan Copy Rumus ke Word (powerpoint, excel, ataupun aplikasi lainnya) anda sanggup gunakan cara berikut :
  1. Buka file PDF rujukan anda.
  2. Tampilkan pada layar rumus yang akan anda salin
  3. Selanjutnya cari dan tekan tombol keyboard Print Screen atau PrtScr . Biasanya posisi tombol tersebut berada di bab kanan atas keyboard.
  4. Kemudian buka dokumen anda kemudian tekan tombol Paste atau tekan tombol keyboard CTRL + V .
  5. Karena gambar yang disisipkan satu layar penuh, maka anda perlu membuang bab yang tidak perlu dengan kemudahan CROP .
  6. Klik gambar tersebut. Pada bab atas tab akan muncul tab Format , klik tab tersebut.
  7. Pada tab format klik tombol CROP
  8. Pada gambar akan muncul tanda garis siku dan garis lurus untuk area gambar. Atur sampai hanya rumus yang anda butuhkan saja yang tampil. Setelah sesuai, klik di luar area gambar.

Rumus di Internet

Lantas bagaimana dengan rumus yang ada di sumber lain yang ada di internet menyerupai google books ataupun situs jurnal online? Semua itu bisa anda ambil dengan cara kedua dan ketiga asalkan rumus tersebut bisa anda tampilkan pada layar. Sebagai contoh, lihat bagaimana cara mengambilnya dari google books via browser google chrome.


 

Tips Cara Praktis Copy Rumus dari PDF/Internet ke Ms Word

Dengan menggunakan equation editor rumus dalam dokumen sanggup diubah dengan mudah, tetapi untuk menuntaskan pembuatan rumus akan memerlukan waktu. Sebaliknya, dengan ketiga cara diatas proses penyalinan hanya akan membutuhkan waktu yang relatif singkat tetapi rumus susah untuk diubah. Meskipun demikian, bagi anda yang ingin supaya orang lain tidak gampang merubah rumus justru hal ini akan menjadi suatu laba tersendiri.

Cara Menghitung Luas Dan Keliling Jajaran Genjang

Januari 21, 2015
Rumus Keliling dan luas jajaran genjang - Jajar Genjang atau jajaran genjang merupakan bentuk berdiri datar berupa segi empat yang sisinya sepasang-sepasang sama panjang dan sejajar. Dengan demikian, sisi yang berhadapan akan mempunyai panjang yang sama dan sudut yang berhadapan juga akan sama besar. Oleh alasannya ialah itu jajaran genjang juga sering disebut sebagai Parallelogram. Untuk lebih jelasnya lihat ilustrasi gambar berikut : Misalkan kita mempunyai jajaran genjang yang terbentuk dari empat buah titik: A, B, C, dan D menyerupai yang tampak pada gambar di atas. Panjang alas ialah Panjang AB, dan akan sama dengan panjang CD atau sebesar a satuan. Panjang sisi miring ialah Panjang AC dan juga sama dengan panjang BD atau sebesar m satuan.

Untuk mengetahui panjang keliling jajaran genjang maka sanggup dipakai rumus :
 

Keliling Jajaran Genjang = 2 x ganjal + 2 x sisi miring

Atau

Keliling Jajaran Genjang = 2 x ( ganjal + sisi miring) = 2 x ( a + m)

atau Keliling Jajaran Genjang = 2 x ( a + m)
 

Selanjutnya bagaimana menghitung luas jajaran genjang?

Coba perhatikan bab sisi miring dari jajaran genjang. Bila kita menarik garis dari titik C ke titik E maka akan membentuk sebuah segitiga ACE dengan tinggi sebesar t satuan.

Selanjutnya segitiga tersebut kita pindahkan ke sisi miring yang lain, maka kita akan melihat sebuah persegi panjang EFDC.

Ingat, panjang CD sama dengan panjang ganjal AB yakni a , maka rumus luas jajaran genjang adalah:
 

Luas Jajaran Genjang = panjang ganjal x tinggi = a x t
 

Untuk memperjelas bagaimana cara menggunakan rumus keliling dan luas jajaran genjang, mari kita coba berlatih dengan aneka macam pola soal jajaran genjang berikut.

Contoh Soal 1 Sebuah jajaran genjang mempunyai panjang sisi miring 5 satuan, panjang ganjal 20 satuan serta tinggi 4 satuan. Berapakah panjang keliling jajaran genjang tersebut ?
Berapa juga luas jajaran genjang tersebut?

Jawab

Alas = a = 20 satuan, sisi miring = m = 5 satuan, tinggi = t = 4 satuan.
Keliling Jajaran Genjang = 2 x ( ganjal + sisi miring ) = 2 x ( a + m ) = 2 x (20+5) = 50 satuan.
Luas Jajaran genjang = ganjal x tinggi = a x t = 20 x 4 = 80 satuan2
 

Contoh Soal 2 Sebuah jajaran genjang mempunyai keliling 100 cm. Jika sisi miring 20 cm, berapakah panjang ganjal jajaran genjang tersebut? Hitung juga berapa tinggi jajaran genjang tersebut kalau ternyata luas jajaran genjang ialah 450 cm2

Jawab

Keliling jajaran genjang = K = 100 cm, sisi miring = m = 20 cm, Luas = L = 450 cm2

Keliling = 2 x ( a + m)
100 = 2 x (a + 20)
50 = a + 20
a = 30 cm.
Kaprikornus panjang ganjal jajaran genjang = a = 30 cm.

Luas = a x t
450 = 30 x t
t = 15 cm.
Kaprikornus tinggi jajaran genjang = t = 15 cm.

Contoh Soal 3 Sebuah jajaran genjang mempunyai panjang ganjal dua kali dari panjang sisi miring. Panjang sisi miring juga dua kali tinggi jajaran genjang. Jika keliling jajaran genjang ialah 60 centimeter. Berapakah luas jajaran genjang tersebut ?

Jawab
Alas : a = 2 x m,
Sisi miring : m = 2 x t

Keliling = 2 x (a + m)
60 = 2 x (a + m)
60 = 2 x ( 2m + m) = 2 x 3m
30 = 3m
m = 10

Dengan demikian :
a = 2xm = 2 x 10 = 20 cm
Karena m = 2 x t, maka :
10 = 2 x t
t = 5 cm.
Luas = a x t = 20 x 5 = 100 cm2
Kaprikornus luas jajaran genjang ialah 100 cm2 .

Keliling jajaran genjang = K = 100 cm, sisi miring = m = 20 cm, Luas = L = 450 cm2

Cara Menghitung Kendala Rangkaian Listrik Serial Dan Paralel

Desember 22, 2014
Menghitung total kendala resistor pada rangkaian listrik serial dan paralel - Setiap komponen listrik umumnya memakai resistor atau mempunyai hambatan. Hambatan dalam komponen listrik berkhasiat dalam mengatur tegangan dan arus listrik. Setelah sebelumnya kita membahas bagaimana cara memperoleh nilai kendala (ohm) dalam sebuah resistor, sekarang kita akan menghitung bagaimana menjumlahkan kendala dalam rangkaian listrik. Sekedar mengingatkan, resistor atau kendala mempunyai simbol R , dan satuan kendala ditulis dalam ohm atau biasa ditulis dalam symbol omega (Ω). Adapun simbol resistor dalam rangkaian listrik sanggup dilihat sbb: Secara umum ada tiga tipe rangkaian utama dalam menyusun resistor didalam rangkaian listrik yakni rangkaian seri, rangkaian paralel dan rangkaian kombinasi. Kegita jenis rangkaian tersebut akan dibahas lebih detail satu persatu dibawah ini.  

RANGKAIAN SERI

Rangkaian listrik yang pertama, Rangkaian Seri , merupakan rangkaian resistor yang disusun secara serial, berderet, berurutan, sambung menyambung satu sama lain. Contoh paling sederhana dalam penggunaan rangkaian seri yaitu kerikil baterai pada senter yang disusun secara lurus serial, sambung menyambung antara ujung baterai. Bila salah satu baterai rusak dan tidak sanggup mengalirkan arus listrik maka keseluruhan rangkaian akan mati, lampu tidak akan menyala.

Sebagai ilustrasi dalam bentuk gambar, rangkaian seri sanggup dilihat pada gambar berikut:

Bila Rtotal yaitu nilai total kendala pada rangkaian maka rumus untuk mendapat jumlah kendala pada rangkaian seri tersebut yaitu dengan menjumlahkan semua nilai kendala pada resistor yang ada :

Sebagai contoh, kalau kita mempunyai empat resistor dengan kendala pada R1 = 5 ohm, R2 =2 ohm, R3 =4 ohm, dan R4 =8 ohm, maka nilai kendala total adalah:
Rtotal = R1 + R2 + R3+ R4 = 5 + 2 + 4 + 8 = 19 ohm.  

RANGKAIAN PARALEL

Yang kedua, Rangkaian Paralel , yaitu rangkaian yang disusun secara paralel atau sejajar. Contoh paling umum yaitu pemasangan lampu di rumah. Setiap lampu mempunyai jalur sendiri jadi bila lampu di teras mati, lampu di ruang tidur masih sanggup hidup. Lampu yang satu mati dan tidak ada arus mengalir tidak akan mengganggu “kehidupan” lampu yang lain. Dengan demikian, sanggup disimpulkan untuk rangkaian seri tentu membutuhkan kabel yang lebih minimal dibanding rangkaian paralel. Meskipun demikian, bila salah satu komponen pada rangkaian seri mati maka semua rangkaian akan mati. Sebaliknya, pada rangkaian paralel meskipun membutuhkan kabel lebih banyak akan tetapi bila salah satu komponen mati maka komponen yang lain masih sanggup menyala. Ada banyak sekali macam cara untuk menggambarkan rangkaian paralel tetapi secara umum ada dua bentuk yang sering digunakan ibarat ilustrasi gambar di bawah ini : Kedua bentuk rangkaian paralel diatas pada hakikatnya yaitu sama baik bentuk (a) maupun (b) akan menawarkan nilai total kendala yang sama. Rumus untuk menghitung nilai total kendala pada resistor yang ada pada rangkaian paralel yaitu sebagai berikut:

Sebagai teladan praktek kita gunakan resistor yang sama pada rangkaian seri. Misalkan kita mempunyai empat resistor dengan kendala pada R1 = 5 ohm, R2 =2 ohm, R3 =4 ohm, dan R4 =8 ohm, maka nilai kendala total pada rangkaian paralel adalah:

Jika anda tidak mau pusing dengan menyamakan penyebut maka lakukan saja dengan bilangan desimal, dengan resiko kehilangan presisi angka. Agar tidak kehiangan presisi angka sebaiknya jangan melaksanakan pembulatan terlebih dahulu pada hasil potongan untuk setiap hambatan. Kita gunakan teladan di atas.

 

RANGKAIAN KOMBINASI

Rangkaian seri dan rangkaian paralel mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh alasannya yaitu itu, untuk optimalisasi terkadang digunakan jenis rangkaian ketiga, yakni rangkaian Kombinasi atau sering juga disebut rangkaian campuran, yakni rangkaian listrik yang memakai rangkaian seri dan paralel.
Untuk menghitung jumlah kendala pada rangkaian kombinasi kita harus melihat dengan jeli tipikal rangkaian. Bila dianalogikan dengan perhitungan aritmatika, maka kita harus menuntaskan dahulu perhitungan pada kurung yang paling dalam.

Contoh sederhana dari rangkaian kombinasi yaitu sebagai berikut :

Pada rangkaian di atas, kita harus menghitung nilai pada rangkaian paralel R2 dan R3. Setelah itu gres dihitung dengan R1.

Misalkan kita masih memakai resistor sebelumnya dimana R1 = 5 ohm, R2 =2 ohm, R3 =4 ohm.
Pertama-tama kita hitung nilai kendala pada rangkaian paralel R2 dan R3 yang kita sebut dengan R23 .

Setelah R23 diketahui selanjutnya kita hitung dengan R1 , jadi :
Rtotal = R1 + R23 = 5 + 1,33 = 6,33 ohm.

Contoh lainnya, misalkan dengan resistor yang sama kita buat menjadi rangkaian gres ibarat gambar berikut :

Untuk rangkaian di atas, kita harus selesaikan dahulu R1 dan R2 misalkan menjadi R12 . Setelah itu gres kita hitung kendala paralel antara dengan R12 dan R3
.

Hitung dahulu kendala R1 dan R2 dengan rumus rangkaian seri :
R12 = R1 + R2 = 5 + 2 = 7 ohm
Selanjutnya kita hitung Rtotal dengan memakai rumus rangkaian paralel :
1/Rtotal = 1 / R12 + 1/R3 = 1/7 + 1/4 = 4/28 + 7/28 = 11/28
Rtotal = 28/11 = 2,55 ohm

 

MENGHITUNG CEPAT HAMBATAN RANGKAIAN LISTRIK DENGAN MICROSOFT EXCEL

Proses perhitungan yang paling merepotkan yaitu menghitung rangkaian paralel khususnya pada bab 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + dst. Ada trik microsoft excel yang sanggup memudahkan anda dalam menghitung angka tersebut. Kalau dijelasin lebih panjang akan lebih lama, jadi mari kita praktekkan saja.

Misalkan kita ingin menghitung rangkaian paralel :
1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + 1/R4
Dimana R1 = 5 ohm, R2 =2 ohm, R3 =4 ohm, dan R4 =8 ohm.

Langkah-langkah yang perlu anda lakukan di microsoft Excel yaitu sebagai berikut :
 

  1. Pertama-tama ketik semua nilai hambatan, misalkan berturut-turut 5, 2, 4 dan 8 pada cell A2 sampai A5 .
  2. Selanjutnya ketik rumus pada cell B2 dengan =SUM(1/A2:A5 kemudian tekan tombol CTRL+SHIFT+ENTER . Rumus akan menjadi terlihat {=SUM(1/A2:A5)} . Anda harus memakai tombol CTRL+SHIFT+ENTER semoga hasil sesuai dengan 1/2+ 1/5 + 1/4 + 1/8.
  3. Setelah itu pada cell C2 ketik rumus =1/B2 kemudian tekan tombol ENTER untuk mendapat hasil perhitungan nilai kendala paralel.
  4. Bila anda penasaran, silahkan download file menghitung kendala pada rangkaian paralel ;)

 

Tips Menghitung Hambatan Rangkaian Listrik

  • Memasang resistor perlu kreativitas. Untuk mendapat kendala yang lebih besar gunakan rangkaian serial, tetapi bila ingin jumlah kendala yang lebih kecil gunakan saja rangkaian paralel
  • Untuk mempermudah perhitungan kendala pada rangkaian paralel sanggup memakai microsoft excel atau alat bantu lainnya. Meskipun demikian anda perlu tetap tahu konsep dari perhitungan rangkaian paralel semoga hasil perhitungan sesuai rumus yang berlaku

Cara Menghitung Resistor 4, 5 Dan 6 Warna

Desember 21, 2014
Rumus Menghitung Nilai Resistor dengan 4, 5 dan 6 Warna - Resistor atau sering juga disebut kendala merupakan komponen dalam rangkaian listrik yang berfungsi untuk menghambat pedoman listrik. Hambatan yang terdapat dalam resistor mempunyai satuan Ohm atau sering ditulis dengan omega (Ω). Resistor mempunyai lambang R dan dalam gambar rangkaian listrik resistor digambarkan menyerupai sandi rumput, yang naik turun zigzaz dengan tajam menyerupai yang terlihat pada gambar dibawah.

Dalam bentuk komponen listrik, nilai kendala yang ada dalam resistor biasanya “ditulis” dengan memakai pita-pita berwarna, mulai dari 4 warna, 5 warna dan 6 warna. Konsep penggunaan warna tersebut intinya sama aja, hanya untuk yang enam warna ditambahkan lagi dengan koefisien suhu.

  • Pada resistor dengan 4 warna , warna pita 1 dan 2 memperlihatkan koefisien nilai, pita 3 sebagai pengali (multiplier), dan pita ke-4 sebagai ambang batas toleransi.
  • Pada resistor dengan 5 warna , warna pita 1, 2, dan 3 memperlihatkan koefisien nilai, pita 4 sebagai pengali (multiplier), dan pita ke-5 sebagai ambang batas toleransi.
  • Pada resistor dengan 6 warna , warna pita 1, 2, dan 3 memperlihatkan koefisien nilai, pita 4 sebagai pengali (multiplier), dan pita ke-5 sebagai ambang batas toleransi sedangkan pita ke enam sebagai koefisien suhu/termal.
Berdasarkan warna pita maka akan ditentukan berapa nilai resistor sebenarnya. Pada dasarnya akan diharapkan minimal 2 buah pita terakhir untuk pita pengali dan toleransi serta pita koefisien suhu khusus untuk 6 warna. Kaprikornus kalau dipetakan maka akan terlihat sebagai berikut : Adapun nilai untuk warna pita sanggup dilihat pada tabel berikut : Bila pita berfungsi sebagai multiplier maka nilainya yaitu 10 pangkat angka pita. Misal pita hitam=0, sebagai multiplier nilainya yaitu 100 = 1. Pita orange=3, sebagai multiplier nilainya yaitu 103 = 10k. Pita hijau=5, sebagai multiplier nilainya yaitu 105, dst.
Untuk lebih jelasnya bagaimana pita-pita tersebut memperlihatkan maksud berapa nilai sebuah resistor menurut bulat pita-pita yang ada maka akan eksklusif kita coba praktek menghitung nilai resistor mulai dari yang memakai 4 warna hingga resistor 6 warna.
 

 

Menghitung Hambatan Resistor 4 Warna

Misalkan kita mempunyai resistor menyerupai yang tampak pada gambar dibawah. Hitunglah nilai kendala pada resistor tersebut. Biar sama persepsi, kita asumsikan pita pada resistor tersebut mulai dari pita ke 1 (paling kiri) hingga pita ke-4 (paling kanan) yaitu coklat, hitam, orange dan emas. Bagaimana kita mengetahui bahwa pita toleransi yaitu pita emas bukan pita coklat?? Salah satunya alasannya yaitu warna emas dan perak niscaya merupakan nilai untuk toleransi. Coba lihat tabel warna diatas. Warna emas dan perak tidak ada dalam kolom angka/nilai. Kaprikornus warna pita emas harus berada paling kanan (terakhir) yang berfungsi sebagai toleransi.
Selanjutnya kita hitung nilai resistor tersebut:
Kaprikornus nilai resistor tersebut yaitu 10 x 103 ohm= 104 ohm = 10k ohm ± 5%
Apa maksud toleransi 5%? Maksudnya, 5% dari 10k ohm yaitu 500 ohm, sehingga nilai resistor tersebut sanggup saja berada antara 9,5k ohm hingga dengan 10,5k ohm.

 

Menghitung Hambatan Resistor 5 Warna

Misalkan kita mempunyai resistor lain dengan 5 pita warna pada resistor menyerupai yang tampak pada gambar dibawah. Hitunglah nilai kendala pada resistor tersebut. Biar sama juga, kita asumsikan pita pada resistor tersebut mulai dari pita ke 1 (paling kiri) hingga pita ke-5 (paling kanan) yaitu orange, orange, putih, hitam dan coklat. Bagaimana kita juga mengetahui pita coklat sebagai toleransi dan bukan pita orange??? Pita coklat (seperti halnya pita emas dan perak) juga berfungsi sebagai penanda toleransi (lihat kolom 3 pada tabel warna). Pita orange bukan sebagai penanda toleransi. Cara lainnya yaitu lihat ada jarak yang cukup lebar antara pita hitam dan pita coklat. Hal ini untuk memisahkan antara pita angka / nilai resistor dengan pita toleransi. Dengan demikian kita tinggal menghitung nilai resistor tersebut:
Kaprikornus nilai resistor tersebut yaitu 339 x 100 = 339 x 1 = 339 ohm ± 1%

 

Menghitung Hambatan Resistor 6 Warna

Seperti kedua pola sebelumnya. Misalkan kita mempunyai resistor lain dengan 6 pita warna pada resistor menyerupai yang tampak pada gambar dibawah. Hitunglah nilai kendala pada resistor tersebut. Cara menghitung resistor 6 warna sama dengan resistor 5 warna. Cuma pada pita terakhir yaitu koefisien suhu. Supaya sama, asumsikan warna pita yaitu orange, hijau, putih, merah, coklat dan merah. Kaprikornus nilai semua pita yaitu : Kaprikornus nilai resistor pada gambar yaitu 359 x 102 = 359x100 = 35900 = 35,9k ohm ± 1% 50 ppm.

 

Menghitung Hambatan Resistor dengan Microsoft Excel

Bagi yang sudah berpengalaman tentu akan gampang untuk memilih berapa nilai resistor sesuai dengan pita yang ada pada resistor tersebut. Bagi yang masih pemula, tentu sanggup memakai alat bantu menyerupai microsoft excel tentunya. www.aimyaya.com mencoba menciptakan excel untuk menghitung nilai resistor menurut pita warna baik untuk 4 warna, 5 warna maupun 6 warna. Anda tinggal mengisikan warna-warna dalam resistor kemudian akan muncul besaran nilai resistor tersebut. Beirkut ini pola screenshot file excel. Anda tinggal memasukkan warna untuk resistor. Nilai resistor akan otomatis terlihat. Untuk mencoba menghitung nilai resistor dengan memakai sheet excel tersebut silahkan saja eksklusif download file excel Cara Menghitung Nilai Resistor. Gratis! ;)
 

Tips Menghitung Resistor 4, 5 dan 6 Warna

  • Resistor ada juga yang memakai goresan pena angka / nilai resistor, jadi tidak perlu lagi menghitung pita warna. Anda sanggup memakai resistor tersebut.
  • Untuk yang awam, anda sanggup memakai file excel di atas, lambat laun seiring dengan semakin seringnya penghitungan anda akan terbiasa menghitung secara manual.

Cara Menghitung Biaya Listrik Otomatis(Ms Excel)

Desember 18, 2014
Menghitung biaya listrik rumah tangga - Setelah sebelumnya menghitung asumsi jumlah pemakaian listrik pada skala rumah tangga, kali ini kita akan mencoba menghitung untuk biaya listrik bulanan yang akan kita keluarkan sesuai dengan jumlah kWh listrik terpakai dan tarif dasar listrik (TDL) PLN yang harus digunakan. Jadi, dengan jumlah kWh terpakai yang sama akan tetapi jumlah biaya Rupiah yang harus dibayarkan sanggup berbeda antara satu jenis pelanggan dengan pelanggan lainnya termasuk untuk tipe meteran yang berbeda.
Misalkan untuk listrik terpakai 100 kWh pada pelanggan listrik reguler (pasca bayar) 450 VA akan membayar biaya listrik sebesar Rp 48.070,- , sedangkan untuk pelanggan listrik 900 VA Reguler akan membayar Rp 64.993,- . Bagi pelanggan pra bayar 1.300 VA akan membayar Rp 139.256,- .
Ketentuan / hukum mana Tarif dasar listrik tersebut didapat? Dari hasil googling didapat berasal dari Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2014 wacana Perubahan Atas Peraturan Menteri ESDM nomor 9 tahun 2014 wacana Tarif Tenaga Listrik yang disediakan oleh perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara. Makara semua tarif listrik baik untuk keperluan industri, rumah tangga, sosial, layanan khusus, Penerangan jalan umum dsb diatur dalam peraturan tersebut. Ternyata kenaikan tarif listrik pada tahun 2014 memang sudah direncanakan dalam 3 tahap. Tahap pertama juli-agustus 2014, tahap kedua September – Oktober 2014, dan tahap ketiga mulai 1 november – seterusnya.
Kembali lagi ke duduk kasus perhitungan biaya listrik bulanan. Nah, sehabis mengetahui jumlah kWh terpakai, selanjutnya kita hitung menurut tabel Tarif Dasar Listrik PLN per 1 November 2014 menyerupai yang ada di bawah ini.

Contoh 1 : Perhitungan biaya listrik pelanggan 450 VA(watt)

Misalkan jumlah listrik terpakai sebanyak 100 kWh. untuk pelanggan 450 VA dengan tipe meteran Reguler maka jumlah biaya yang harus dibayar :
 

Biaya pemakaian= beban + (kwh blok I x Rp169) + ( kwh Blok II x Rp360) + (kwh Blok III x Rp495)
= Rp11.000 + (30 x Rp 169) + (30 x Rp 360) + (40 x Rp 495)
= Rp11.000 + Rp5.070 + Rp10.800 + Rp19.800
=Rp46.670

Selain biaya tersebut, kita harus juga membayar pajak penerangan jalan utama (PJU) sebesar 3% dari biaya terukur tersebut. Makara total yang harus dibayar yaitu :
Biaya total = biaya pemakaian + pajak PJU
= Rp 46.670 + 3%xRp46.670
= Rp 48.070,-

Contoh 2: Perhitungan biaya listrik pelanggan 900 VA(watt)

Misalkan jumlah listrik terpakai sebanyak 100 kWh. untuk pelanggan 900 VA dengan tipe meteran Reguler maka jumlah biaya yang harus dibayar :
 

Biaya pemakaian= beban + (kwh blok I x Rp275) + ( kwh Blok II x Rp445) + (kwh Blok III x Rp495)
= Rp20.000 + (20 x Rp 275) + (40 x Rp 445) + (40 x Rp 495)
= Rp20.000 + Rp5.500 + Rp17.800 + Rp19.800
=Rp63.100

Seperti pada perhitungan untuk pelanggan 450 VA, kita juga harus membayar pajak penerangan jalan utama (PJU) sebesar 3% dari biaya terukur tersebut. Makara total yang harus dibayar yaitu :
Biaya total = biaya pemakaian + pajak PJU
= Rp 63.100 + 3%xRp63.100
= Rp 64.993,-

 

Contoh 3: Perhitungan biaya listrik pelanggan 1300 VA PRA BAYAR

Kita masih menggunakan pola jumlah listrik terpakai sebanyak 100 kWh bagi pelanggan 1.300 VA dengan tipe meteran PRA BAYAR maka jumlah biaya yang harus dibayar :
  Biaya pemakaian= kwh terpakai x Rp 1.352
= 100 x Rp 1.352 = Rp 135.200,-

Selanjutnya dengan menyertakan pajak penerangan jalan utama (PJU) sebesar 3% maka biaya yang harus dibayar yaitu :
Biaya total = biaya pemakaian + pajak PJU
= Rp 135.200 + 3%xRp135.200
= Rp139.256,-

  Perhitungan biaya listrik sanggup kita lakukan dengan cepat menggunakan microsoft excel menyerupai yang terlihat di bawah ini. Cukup dengan memasukkan nilai asumsi pemakaian listrik (dalam kWh) dan menawarkan daya dan meteran listrik yang terpasang di rumah kita.

File microsoft excel tersebut sanggup di sanggup pribadi download cara menghitung biaya listrik.
Untuk mempermudah, saya juga menambahkan sheet cara menghitung pemakaian listrik rumah tangga.
 

Tips Menghitung Biaya Listrik

Merujuk pada peraturan menteri ESDM untuk tarif dasar listrik, saya melihat pelanggan dengan daya maksimum 1.300 VA ke atas lebih baik menggunakan meteran pra bayar sebab untuk pelanggan pasca bayar (reguler) akan dikenakan tarif minimum pemakaian (rekening minimum). Sebagai contoh, kalau anda yaitu pelanggan 1.300 VA reguler maka pemakaian minimum yaitu sebesar Rp 70.304,- . Bila kurang dari nilai tersebut maka nilai tersebut yang akan dipakai sebagai biaya bulanan lisrik anda. Nilai tersebut setara dengan menyalakan empat buah lampu 18 watt selama satu bulan penuh tanpa henti. Untuk daya yang lebih tinggi tentu akan lebih besar lagi.

Cara Menghitung Pemakaian Listrik Di Ms Excel

Desember 14, 2014
cara menghitung kwh listrik terpakai - Tarif listrik gres saja naik pada bulan november. Rencananya nanti bulan januari tarif listrik juga akan naik lagi. Bahkan, bagi beberapa golongan rencananya akan dibiarkan mengambang menyerupai halnya bensin Pertamax. Tarif listrik menjadi hal yang fundamental. Kenaikan tarif listrik akan kuat pula pada biaya listrik yang harus kita keluarkan. Bagi pelanggan listrik pra bayar anda akan lebih gampang memperkirakan seberapa besar konsumsi listrik perbulannya. Karena disaat pulsa listrik akan habis akan diberitahukan dengan nada / suara beep. Sayangnya, tidak ada subsidi listrik bagi pelanggan. Subsidi hanya diberikan pada pelanggan listrik 450watt dan 900 watt saja yang merupakan pelanggan pasca bayar. Bagi pelanggan PLN pasca bayar, terkadang masih dijumpai biaya listrik bulanan yang tiba-tiba naik drastis bila dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Bisa jadi pemakaian anda yang bertambah banyak atau juga petugas juga yang salah mencatat angka meteran. Oleh alasannya itu daripada menduga-duga siapa yang salah maka sebaiknya anda juga menghitung terlebih dahulu kira-kira berapa pemakaian listrik anda dalam sebulan. Untuk menghitung biaya listrik bersama-sama mudah, kita harus tahu terlebih dahulu berapa listrik yang kita pakai. Jika motor dan kendaraan beroda empat anda menggunakan premium (yang harganya juga naik) dalam satuan liter, maka pemakaian listrik anda akan dihitung dalam satuan KWH (Kilo Watt Hours, atau kilo watt jam). Daya listrik terpakai itu yang akan dibayar sesuai dengan tarif listrik yang berlaku sesuai dengan golongan dan jenis pemakaian apakah rumah tangga, bisnis, atau sosial sesuai dengan klasifikasinya.

Rumus Perhitungan Pemakaian Listrik

Secara umum rumus pemakaian listrik alat elektronik selama sebulan sanggup dihitung dengan cara :

Contoh sederhana perhitungan pemakaian listrik.

Misalkan anda menggunakan lampu dengan daya 25 watt. Setiap hari lampu tersebut anda nyalakan selama 8 jam sehari (rata-rata) dan anda rutin melaksanakan hal tersebut selama 1 bulan (30 hari). Maka daya listrik yang digunakan untuk lampu tersebut selama sebulan yakni :
 

25 watt/1000 x 8 x 30 = 6 KWH.
 
Rumus penting untuk menghitung daya listrik yang harus ingat yakni :
 
P = V x I
 
Dimana :
P yakni daya dalam satuan VA atau watt (W).
V yakni voltase dalam satuan Volt (V), kalau dirumah kita biasanya listrik PLN mempunyai tegangan 220V
I yakni arus listrik dalam satuan Ampere (A).

Contoh Perhitungan Pemakaian Listrik di Rumah

Untuk pemakaian listrik untuk barang elektronik dan mesin di rumah biasanya terdiri atas 3 bab besar: kelompok pertama yakni alat elektronik dengan konsumsi listrik terus menerus menyerupai kulkas, pompa udara akuarium, jam listrik, water dispenser, dan lain sebagainya. Kelompok kedua yakni alat-alat elektronik dengan pemakaian rutin/reguler menyerupai lampu, rice cooker/magic jar, dispenser, dsb. Selain itu ada pula yang masuk ke dalam kelompok ketiga, yakni alat-alat yang pemakaian tidak tentu atau tidak teratur menyerupai mesin bor listrik (sesuai kebutuhan), atau pun pemancar radio cb (tergantung mood)
 

Selanjutnya kita coba hitung menyerupai pola sederhana perhitungan listrik dengan menggunakan simulasi di Microsoft Excel. Untuk mempermudah, kita bagi alat-alat listrik sesuai dengan ruangan yang ada di dalam rumah kita, misalkan : Dispenser dan televisi di ruang keluarga, rice cooker dan blender di dapur, lampu berguru di ruang anak, dan seterusnya.

Penggunaan daya (Watt) pun kita bagi dua. Yang pertama ketika pelengkapan listrik tersebut menyala (aktif) dan ketika tidak digunakan/dimatikan. Perhitungan juga termasuk untuk sebagian perlengkapan yang masih tetap menkonsumsi listrik meskipun tidak digunakan (dalam keadaan idle), menyerupai dispenser dan kulkas. Konsumsi gres nol jikalau memang tidak ada arus listrik yang mengalir, steker / colokan dicabut atau saklar dibentuk dalam posisi off.
 

Dari hasil simulasi yang saya buat melalui pendekatan alat-alat listrik yang ada dirumah selama 1 bulan (asumsi: 1 bulan = 30 hari), ternyata jumlahnya KWH yang dihasilkan sehabis dikali dengan harga per KWH ternyata tidak jauh berbeda. Listrik dirumah menggunakan daya 1.300 watt, dengan pengenaan tarif dasar listrik sebesar Rp 1.350,- per KWH. Angka tersebut mendekati dengan biaya bulanan yang saya gunakan, sekitar hampir Rp 200ribu. Memang tidak sama persis, alasannya tidak setiap hari saya juga secara rutin melaksanakan yang sama persis dengan yang ada di dalam simulasi. Saya hanya menghitung rata-rata pemakaian harian saya kemudian dikali 30 (=1 bulan).
Berikut ini pola tampilan hasil simulasi perhitungan pemakaian listrik dengan menggunakan microsoft excel.

Silahkan download dan gunakan file template menghitung pemakaian listrik yang sudah saya buat dengan menggunakan Microsoft Excel. Anda sanggup bereksperimen dengan item komponen/alat listrik, daya yang diperlukan ketika menyala (on) atau idle, maupun jumlah rata-rata jam pemakaian komponen listrik tersebut.
 

Download file Simulasi Menghitung Pemakaian Listrik (Microsoft Excel)


 

Tips Menghitung Pemakaian Listrik di Microsoft Excel

Total KWH pemakaian listrik tergantung pada besaran daya dan usang pemakaian peralatan listrik. Jumlah penggunaan KWH yang sama belum tentu akan sama dalam biaya yang harus dikeluarkan. Hal ini tergantung pada tarif dasar listrik yang berlaku bagi setiap jenis dan golongan pelanggan listrik yang ditetapkan PLN. Dengan mengetahui konsumsi listrik terbesar, anda sanggup melaksanakan penghematan menurut skala prioritas.
Untuk perhitungan biaya yang lebih mendekati hukum Tarif dasar Listrik silahkan lihat pada cara menghitung biaya listrik PLN.