Tampilkan postingan dengan label simulasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label simulasi. Tampilkan semua postingan

Cara Menghitung Persentase(%) Untung/Rugi

Agustus 05, 2015
Cara mendapat persen keuntungan/kerugian - Kegunaan utama persentase ialah untuk membandingkan dua hal yang tidak sama persis. Pada artikel terdahulu saya telah menulis dasar-dasar bagaimana cara menghitung persentase. Kini kita akan lebih bahas lebih dalam lagi khususnya untuk memilih persentase keuntungan dan kerugian dalam proses jual-beli barang.

 

 

Untung atau Rugi?

Sebelum membahas lebih jauh, anda harus tahu dahulu istilah untung dan rugi. Penjualan dikatakan untung bila Harga Barang yang dijual lebih besar dari modal yang kita keluarkan untuk membeli barang tersebut. Sedangkan penjualan dikatakan mengalami kerugian bila harga jual lebih kecil dari harga perolehan/pembelian barang.

 

Untung ialah Harga Penjualan > Harga Pembelian

Untung = Harga Penjualan – Harga Pembelian

Persentase Keuntungan = Untung / Harga Pembelian x 100%

 

Rugi ialah Harga Penjualan < Harga Pembelian

Rugi = Harga Pembelian – Harga Penjualan

Persentase Kerugian = Rugi / Harga Pembelian x 100%

Tips untung rugi:

Bila nilai untung ialah negatif maka sebetulnya ialah rugi. Demikian juga sebaliknya, bila nilai Rugi negatif maka sebetulnya ialah untung. Misalnya Untung –Rp 50.000,- maka keadaan sebetulnya yang terjadi ialah kerugian Rp 50.000,-. Bila disebut keadaan Rugi negatif 20.000 maka keadaan sebetulnya yang terjadi ialah untung 20.000.

 

Contoh 1:

Jaka membeli motor dari temannya seharga 10 juta rupiah. Jika ia menjual lagi motor tersebut kepada orang lain dengan harga 12 juta rupiah, berapakah keuntungan yang diperoleh jaka? Berapa persen keuntungan yang diperoleh ?

 

Jawab :

Harga jual lebih besar dari harga beli, jaka memperoleh keuntungan.

Untung = Rp 12.000.000 – Rp 10.000.000 = Rp 2.000.000

Persentase keuntungan = R 2.000.000 / Rp 10.000.000 x 100% = 20%

 

Contoh 2:

Jika Jaka menukarkan dahulu uang dollar miliknya untuk membeli motor tersebut dengan kurs 1 dolar setara dengan Rp 9.000 dan pada ketika menjualnya kurs dollar ialah Rp 13.000 per satu dollar, Berapa persen keuntungan Jaka (dalam dollar)?

 

Jawab :

Harga Beli (dalam Dollar) = Harga beli Rupiah / Rp 9.000 = Rp 10.000.000 / Rp 9.000 = 1.111,11 dollar

Harga Jual (dalam Dollar) = Harga Jual Rupiah / Rp 13.000 = Rp 12.000.000 / Rp 13.000 = 923,08 dollar

Keuntungan (dalam dolar) = Harga Jual (dalam Dollar) - Harga Beli (dalam Dollar) = 923,08 – 1.111,11 = -188,03

Persentase keuntungan = -188,03 / 1.111,11 x 100% = - 16,92.%

Karena keuntungan bernilai negatif, maka sebetulnya Jaka mengalami kerugian sebesar 16,92%.

 

Contoh 3:

Bila motor yang dijual jaka pada pola diatas ditawar oleh Badu sebesar Rp 7.000.000, berapa besar kerugian yang akan menimpa Jaka baik dalam rupiah maupun persen?

 

Jawab :

Harga jual lebih kecil dari harga beli, jaka akan memperoleh kerugian.

Rugi = Rp 10.000.000 – Rp 7.000.00 = Rp 3.000.000

Persentase Kerugian = R 3.000.000 / Rp 10.000.000 x 100% = 30%

 

 

Harga Perolehan dalam Perhitungan Untung/Rugi

Dalam kehidupan nyata, perhitungan untung rugi tidak hanya sekedar hitungan harga jual dan harga beli, tapi juga ada biaya lain yang dikeluarkan untuk memperoleh atau mempersiapkan barang sebelum dijual kembali. Biaya-biaya tersebut menyerupai ongkos kirim, reparasi/perbaikan, hiasan, packaging/pemaketan, dan lain sebagainya.

 

Contoh 4:

Melanjutkan pola 1. Sebelum motor dijual, Jaka harus membawa motor tersebut ke bengkel dan harus membayar jasa servis Rp 125.000. Lalu motor tersebut dibawa ke showroom penjualan dengan mempergunakan tenaga orang lain/sewaan sebesar Rp 75.000. Berapakah keuntungan yang diperoleh Jaka dalam rupiah dan persentase ?

 

Jawab :

Harga perolehan = harga beli + biayabiaya = harga beli + biaya servis + biaya antar

Harga perolehan = Rp 10.000.000 + Rp 125.000 + Rp 75.000 = Rp 10.200.000

Harga jual masih lebih besar dari harga perolehan, jaka masih memperoleh keuntungan.

Untung = Rp 12.000.000 – Rp 10.200.000 = Rp 1.800.000

Persentase keuntungan = R 1.800.000 / Rp 10.200.000 x 100% = 17,6%

Perhatikan, dengan adanya biaya-biaya tambahansebelum penjualan barang maka akan membuat keuntunganyang diperoleh semakin kecil.

 

 

Contoh 5:

Melanjutkan pola 4. Jika jaka ingin mempunyai keuntungan 20%, berapakah harga jual motor tersebut?

 

Jawab :

Harga perolehan = Rp 10.200.000

Persentase keuntungan yang diinginkan = 20%:

Cara 1:

Untung = 20% x Harga Perolehan = 20% x Rp 10.200.000 = Rp 2.040.000

Harga Jual = Harga Perolehan + Untung = Rp 10.200.000 + 2.040.000 = Rp 12.240.000

 

Cara 2:

Harga Jual = (100% + Persentase Keuntungan) x Harga Perolehan = (100% + 20% ) x Rp 10.200.000 = 120% x Rp 10.200.000 = Rp 12.240.000

 

 

Contoh Menghitung Untung Rugi dengan Microsoft Excel

Perhitungan keuntungan (laba) dan kerugian suatu transaksi jual-beli sanggup dipermudah dengan memakai Microsoft Excel. Anda hanya perlu menambahkan semua nilai yang termasuk dalam pada komponen pembelian atau perolehan. Sebagai gambaran, pola perhitungan jual beli yang Jaka lakukan pada pola diatas sanggup dilihat pada gambar berikut :

Perhatikan, kita sanggup menambah semua biaya yang Jaka bayar mulai dari pembelian motor hingga dengan mempersiapkan motor untuk dijual kembali. (pada file pola berada di sheet “DASAR”). Dengan memanfaatkan fungsi IF()dan ABS() yang tersedia di excel kita juga sanggup mengantisipasi bila perhitungan tersebut juga akan mengalami kerugian. Makara bila harga penjualan motor tersebut merugikan jaka, maka goresan pena otomatis akan berubah dari semula “JUMLAH KEUNTUNGAN” menjadi “JUMLAH KERUGIAN”. (pada file pola berada pada sheet “UNTUNG RUGI”).

Untuk lebih jelasnya eksklusif saja download pola perhitungan untung rugi dengan microsoft excel.
 

Tips Menghitung Persentase(%) Untung/Rugi

Dalam perhitungan untung rugi biasanya ada biaya yang dilakukan secara keseluruhan / semua barang. Bila ingin dihitung per satuan barang harus juga diperhitungkan biaya yang harus dikeluarkan per barang. Misalnya untuk pengiriman 20 motor dipakai truk dengan biaya pengiriman dihitung per trayek / 1 kali angkut. Untuk mendapatkkan ongkos kirim per motor dihitung dengan membagi ongkos kirim total dengan jumlah motor yang dikirim.

Penyelesaian Persamaan Kuadrat (Rumus Abc Di Excel)

Februari 26, 2015
cara mencari akar kuadrat memakai microsoft excel - Persamaan kuadrat merupakan hidangan wajib dalam mencar ilmu matematika. Persamaan kuadrat yaitu suatu persamaan polinomial berorde dua. Bentuk umum dari persamaan kuadrat yaitu

Dimana a yaitu koefisien untuk kwadrat, b untuk koefisien liner, dan c untuk koefisien konstanta, sedangkan x dan y yaitu variabel yang menghipnotis persamaan tersebut dan bila digambarkan dalam bentuk grafik maka x akan menjadi sumbu x dan y akan menjadi sumbu y.
Titik potong pada sumbu x yaitu pada ketika nilai y = 0 atau bila ditulis :
ax2 + bx + c = 0. Nilai x yang sesuai untuk persamaan tersebut biasanya akan disebut sebagai akar-akar persamaan kwadrat. Yang secara sederhana sanggup dihitung dengan memakai rumus ABC persamaan kuadrat.

Nilai b2 – 4ac sering disebut sebagai nilai Determinan. Nilai ini memilih apakah persamaan parabola mempunyai titik potong pada sumbu x. Jika nilai determinan kurang dari nol (negatif) maka akar-akar persamaan yaitu imaginer. Untuk mempermudah perhitungan rumus ABC kita sanggup memakai microsoft excel.

Misalkan kita mempunyai persamaan x2 + 3x + 2 = 0.
Untuk menghitung determinan di excel kita sanggup pribadi melakukannya dengan menciptakan formula =3^2-4*1*2. Akan tetapi bila kita menaruh konstanta a, b, dan c pada sel D3, D4, dan D5 (agar bmudah merubah-rubahnya) maka kita sanggup menghitung determinan dengan jalan memakai rumus =D4^2-4*D3*D5

Selanjutnya kita tinggal melihat apakah determinan negatif atau tidak. Bila determinan bernilai negatif (kurang dari nol) maka akar-akar persamaan kuadrat yaitu imaginer, sebab tidak ada nilai dari akar kuadrat bilangan negatif. Sebaliknya, jikalau nilai determinan lebih besar atau sama dengan nol maka akar persamaan kuadrat sanggup diperoleh dengan jalan menghitung nilai (-D4+C7)/2*D3 dan (-D4-C7)/2*D3. Secara lengkap rumus untuk mendapat akar persamaan kuadrat x1 yaitu =IF(C7<0;"Akar Imaginer";(-D4+C7)/2*D3) dan untuk x2 yaitu =IF(C7<0;"Akar Imaginer";(-D4-C7)/2*D3).
Tampilan untuk mencari akar persamaan kuadrat dengan rumus ABC di microsoft excel sanggup dilihat pada gambar berikut:

Bila anda ingin pribadi mencoba file rumus abc untuk akar-akar persamaan kuadrat versi aimyaya dot com buat silahkan saja klik link berikut :
Download File Cara Menghitung Akar-Akar Persamaan Kuadrat.
 

Tips Penggunaan Rumus ABC di Microsoft Excel

Dengan memakai hasil perhitungan rumus persamaan kuadrat di excel akan sanggup membantu anda berlatih dalam menghitung akar-akar persamaan kuadrat.

Simulasi Bunga Deposito Dapat Bangun Diatas Kaki Sendiri (Excel)

Februari 11, 2015
Cara Menghitung bunga Mandiri Deposito - Bank Mandiri merupakan bank blat merah alias milik pemerintah yang secara historis merupakan adonan dari empat buah bank, yaitu Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) pada tahun 1999 sebagai bab dari kegiatan restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia. Saat ini Bank Mandiri merupakan bank dengan kepemilikan aset terbesar di Indonesia yang mencapai Rp 798,19 trilyun per september 2014. Dari sisi keuntungan (keuntungan), bank sanggup berdiri diatas kaki sendiri menempati peringkat kedua di bawah Bank BRI dengan nilai keuntungan higienis mencapai Rp 12,41 triliun per kuartal III 2014.
Salah satu sumber dana yang didapat oleh Bank Mandiri yakni melalui kegiatan deposito berjangka yang lebih dikenal dengan Mandiri Deposito dan Mandiri Valas. Deposito yang ditawarkan cukup banyak menarik nasabah untuk menyimpan uangnya dalam bentuk deposito. Ada banyak hal yang memilih besaran bunga yang akan diperoleh nasabah. Berikut yakni syarat-syarat penting dalam perhitungan bunga deposito bank sanggup berdiri diatas kaki sendiri dan akan ditutup dengan simulasi perhitungan bunga deposito memakai microsoft excel.

SUKU BUNGA PT. BANK MANDIRI (PERSERO) TBK.

Bank Mandiri memperlihatkan bunga deposito yang kompetitif. Bunga yang diberikan pun berjenjang menurut nilai rupiah yang didepositokan dan juga usang waktu (tenor) penyimpanan. Suku Bunga Deposito Rupiah Bank Mandiri Yang Berlaku Mulai Tanggal 01 Desember 2014 sanggup dilihat pada tabel berikut : Dari tabel diatas terlihat bahwa bunga paling kecil yakni untuk deposito dengan jangka waktu 1 bulan yang hanya berkisar 4,25% - 4,5%. Sedangkan untuk bunga tertinggi berada pada deposito 3 bulan dengan nilai bunga sebesar 7,5%.

SYARAT MEMBUKA DEPOSITO MANDIRI

Bank Mandiri mengharuskan kepada para nasabah yang tiba ke cabang bank sanggup berdiri diatas kaki sendiri bahwa nilai uang yang akan didepositokan harus bernilai minimal 10 juta rupiah, atau anda sanggup membukanya dengan nilai minimal Rp 1 juta kalau melalui e-Banking (Mandiri SMS, Mandiri Internet, atau Mandiri Call) dengan kelipatan Rp 100 ribu. Selain itu anda juga harus wajib mempunyai Mandiri tabungan atau Mandiri giro. Karena nantinya pada final jatuh tempo anda sanggup eksklusif transfer bunga dan deposito ke rekening tersebut. Syarat-syarat lain menyerupai KTP/SIM/Paspor, SIUP, NPWP, dll sanggup anda tanyakan eksklusif pada customer service bank sanggup berdiri diatas kaki sendiri :)

PAJAK BUNGA DEPOSITO BANK MANDIRI

Bank sanggup berdiri diatas kaki sendiri juga mengiukti hukum yang dikeluarkan oleh Dirjen Pajak, khususnya mengenai pengenaan pajak atas bunga simpanan uang Rp 7,5 juta atau lebih. Pajak yang dikenakan sebesar 20%. Artinya, Bunga yang akan diterima nasabah hanyalah sebesar 80% dari bunga yang diberikan.

SIMULASI PERHITUNGAN BUNGA DEPOSITO BANK MANDIRI

Simulasi perhitungan bunga deposito bank sanggup berdiri diatas kaki sendiri sanggup memakai aplikasi Microsoft Excel. Simulasi dibentuk dengan memperhatikan suku bunga, syarat penembpatan deposito, dan pajak atas bunga deposito diatas. Kita sanggup memakai fungsi IF() untuk memilih besaran bunga yang akan didapat. Atau, memakai fungsi HLOOKUP() atau VLOOKUP() bila kita mempunyai tabel bunga dan jangka waktu (tenor) deposito tersebut. Jadi, dengan jumlah uang dan masa simpan deposito kita sudah sanggup memilih berapa persen bunga deposito yang akan diperoleh. Selanjutnya kita tinggal mengalikan jumlah rupiah dengan bunga dan berapa hari deposito tersebut disimpan dibagi 365. Bunga yang didapat kemudian dikenakan pajak kalau nilai deposito sebesar Rp 7,5 juta ke atas. Berikut ini yakni tampilah simulasi perhitungan bunga Deposito Bank Mandiri versi aimyaya dot com. Bila anda berminat silahkan saja klik download file simulasi bunga bank mandiri .
 

Tips Menghitung Bunga Deposito Mandiri

  • Nilai hasil perhitungan bunga deposito yang terdapat pada simulasi belum menyertakan biaya materai, admin, dan lain-lain
  • Hasil simulasi hanyalah citra garang bunga yang akan diperoleh nasabah pemilik deposito bank mandiri. Untuk mengetahui secara niscaya rupiah yang akan diterima sebaiknya anda tiba eksklusif ke cabang bank sanggup berdiri diatas kaki sendiri terdekat ;)

Cara Menghitung Bunga Deposito

Januari 29, 2015
Rumus Bunga Deposito Bank – Deposito merupakan simpanan baik dalam mata uang rupiah maupun mata uang aneh ibarat dollar, euro, yen, ringgit, poundsterling, dan sebagainya yang pencairannya hanya sanggup dilakukan pada jangka waktu tertentu dan syarat-syarat tertentu sehingga jadinya bila kita menjumpai kata deposito maka diasumsikan bahwa deposito yang dimaksud yaitu deposito berjangka. Lamanya uang disimpan dalam bentuk deposito biasanya dalam tenor (masa simpan) 1, 3, 6, 12, 24 atau 36 bulan. Deposito yang akan jatuh tempo sanggup diperpanjang secara otomatis (ARO - Automatic Roll Over) tergantung pada ketika perjanjian awal pembuatan deposito.
Uang yang kita investasikan dalam bentuk tabungan dan deposito bank akan bertambah sesuai dengan bunga bank yang diberikan. Bunga deposito biasanya akan lebih tinggi dari bunga tabungan biasa. Meskipun demikian, harus diingat bahwa uang deposito yang disimpan harus tidak sanggup diambil sewaktu-waktu ibarat halnya simpanan tabungan. Bila uang simpanan diambil sebelum batas waktu penyimpanan maka biasanya pihak bank akan memperlihatkan penalti berupa denda yang nilainya berkisar antara 0,5% sampai 3% dari total uang yang disimpan. Besaran penalti tersebut tergantung pada ketika anda menciptakan perjanjian deposito dengan pihak bank.
Besaran bunga deposito pada bank umum biasanya berada pada kisaran 1% dibawah suku bunga SBI yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Hal ini diubahsuaikan dengan bunga maksimal deposito yang disyaratkan dan sanggup dijamin oleh LPS (lembaga penjamin simpanan) bahwa tingkat bunga simpanan tidak melebihi tingkat bunga jaminan. Bila Suku Bunga Bank Indonesia 7,75% maka besaran bunga deposito yang masuk dalam jaminan biasanya juga maksimal 7,75% dan secara umum biasanya pada kisaran 6,75%.
Selain bunga, anda juga harus memperhitungkan pajak atas bunga deposito. Bila nilai uang yang anda depositokan lebih dari Rp 7.500.000,- (tujuh juta lima ratus ribu rupiah) maka bunga yang anda peroleh harus dikurangi dahulu pajak 20% dari bunga deposito. Sebagai contoh, misalkan bunga deposito yaitu 5% per tahun. Bila tabungan anda lebih dari Rp 7,5 juta maka bunga “real” yang anda peroleh yaitu 80% dari bunga 5% atau sebesar 80% x 5% = 4% dari simpanan anda.

 

Rumus Menghitung Bunga Deposito untuk simpanan yang kurang dari Rp 7,5 juta (masa tenor dalam bulan):

Bunga Uang= Jumlah Simpanan x Bunga Per tahun x tenor / 12

 

Sedangkan rumus bunga deposito dengan besaran simpanan Rp 7,5 juta ke atas :

Bunga Uang= Jumlah Simpanan x Bunga Per Tahun x 80% x tenor / 12

 

Selain memakai tenor dalam hitungan bulan, ada beberapa bank yang menghitung bunga dengan memakai hari. Jadi, deposito 1 bulan yang disimpan pada 12 januari-11 februari akan sedikit lebih besar bunganya daripada yang menyimpan 12 februari-11 maret. Rumus bunga deposito dalam satuan hari yaitu sebagai berikut :

 

Rumus untuk simpanan deposito yang kurang dari Rp 7,5 juta (dalam hari):

Bunga Uang= Jumlah Simpanan x Bunga Per tahun x jumlah hari / 365

 

Sedangkan rumus bunga deposito dengan besaran simpanan Rp 7,5 juta ke atas :

Bunga Uang= Jumlah Simpanan x Bunga Per Tahun x 80% x jumlah hari / 365

 

Untuk memperjelas bagaimana cara menghitung bunga deposito bank akan uraikan dalam bentuk beberapa referensi berikut :

Contoh Perhitungan Bunga Deposito

Linda mempunyai uang sebesar Rp 5.000.000,- yang disimpan dalam bentuk deposito dengan masa tenor 3 bulan. Bila bunga yang diberikan oleh bank untuk deposito Linda yaitu 6% per tahun. Berapa rupiah kah yang akan diterima Linda dari bunga deposito tersebut ?

Jawab :

Bunga Rupiah= Rp 5.000.000,- x 6% x 3 / 12 = Rp 75.000,-

Contoh Menghitung Bunga Deposito Simpanan Rp 7,5 juta ke atas

Melanjutkan dari referensi sebelumnya. Bila simpanan deposito Linda sebesar Rp 10.000.000,- Berapa rupiah kah yang akan diterima Linda dari bunga deposito tersebut ?

Jawab :

Bunga Rupiah= Rp 10.000.000,- x 6% x 80% x 3 / 12 = Rp 120.000,-

Contoh Perhitungan Bunga Deposito dan Pajak

Dengan adanya pajak, maka bunga dalam rupiah yang diterima sanggup menjadi lebih kecil dan pada jumlah tertentu deposito dengan nilai yang lebih kecil justru sanggup memperlihatkan return bunga yang lebih besar. Ilustrasi deposito yang lebih kecil tetapi memperlihatkan laba yang lebih besar sanggup dilihat pada referensi berikut :

Ali dan Desi membuka deposito pada hari, bunga dan masa simpan yang sama. Deposito Ali sebesar Rp 7.000.000,- (tujuh juta rupiah) sedangkan deposito milik Desi Rp 8.000.000,- (delapan juta rupiah). Bila bunga deposito keduanya sebesar 5% per tahun. Berapa Rupiah kah bunga yang di sanggup oleh keduanya sesudah jangka satu tahun berakhir?

Jawab:

Bunga Rupiah Ali = Rp 7.000.000,- x 5% = Rp 350.000,-
Bunga Rupiah Desi = Rp 8.000.000,- x 5% x 80% = Rp 320.000,-

Bunga Rupiah Desi lebih kecil dari pada milik Ali. Meskipun deposito milik Desi lebih besar akan tetapi bunga deposito Desi harus dipotong pajak 20% terlebih dahulu sehingga yang didapat hanya sebesar 80% saja. Sedangkan milik Ali tidak dipotong pajak sama sekali sebab nilainya di bawah Rp 7,5 juta.

Contoh Perhitungan Bunga Deposito dan Masa Simpan Harian

Andy mempunyai deposito Rp 20.000.000,- pada sebuah bank swasta dengan bunga yang diberikan sebesar 5%. Jika masa simpan deposito Andy yaitu 31 hari maka berapakah bunga yang akan didapat andy ?

Jawab :

Bunga Rupiah Andy = Rp 20.000.000,- x 5% x 80% x 31/365 = Rp 67.945,21

Menghitung Bunga Deposito Dengan Microsoft Excel

Untuk mempermudah perhitungan bunga deposito kita sanggup memanfaatkan aplikasi Microsoft Excel. Untuk pengecekan apakah deposito akan dikenakan pajak atau tidak (tergantung apakah nilainya kurang dari Rp 7,5 juta atau tidak) maka kita sanggup memakai fungsi IF() yang ada di microsoft excel. Contoh penerapan perhitungan tersebut di microsoft Excel sanggup dilihat pada gambar dibawah ini. Penjelasan lebih lanjut mengenai fungsi IF sanggup dilihat pada artikel bagaimana cara memakai fungsi IF() Excel.

Pada gambar tersebut terlihat rumus untuk perhitungan di excel yaitu :

=IF(B2<7500000;B2*B4*B3/12;B2*B4*80%*B3/12)

Artinya, jikalau nilai simpanan yang ada di cell B2 lebih kecil dari 7,5 juta (ditunjukkan oleh B2<7500000;) maka bunga simpanan akan dihitung eksklusif dengan B2*B4*B3/12, jikalau simpanan bernilai 7,5 juta ke atas maka bunga yang diterima dipotong pajak 20% sehingga nilai rupiah yang diterima hanya 80% saja yang dihitung dengan B2*B4*80%*B3/12.

Silahkan mencobanya dengan download file simulasi menghitung bunga deposito dengan microsoft excel.
 

Tips Menghitung Bunga Deposito

  • Perhitungan bunga deposito di atas sanggup berbeda dengan kenyataan di lapangan sebab tidak menyertakan biaya-biaya lain yang dibebankan oleh pihak bank kepada nasabah, sang pemilik deposito.
  • Bunga deposito sebuah bank sanggup berbeda dengan dengan bank yang lain, demikian pula cara perhitungannya, ada yang memakai satuan hari ada pula yang memakai satuan bulan. Selain itu, jumlah dan mata uang yang akan didepositokan juga sanggup mempengaruhi tingkat suku bunga yang akan diberikan oleh bank. Sekedar mengingatkan, sebelum membuka deposito sebaiknya anda juga menanyakan bunga yang akan didapat, penalti yang akan dikenakan, biaya-biaya lain, maupun hal-hal lain yang sekiranya penting berdasarkan anda.
  • Bunga deposito bank Perkreditan Rakyat (BPR) biasanya lebih besar dari bank umum. Meskipun demikian anda harus yakin bank tersebut resmi/terdaftar dan simpanan deposito yang ditawarkan akan dijamin oleh LPS.

Cara Menghitung Kendala Rangkaian Listrik Serial Dan Paralel

Desember 22, 2014
Menghitung total kendala resistor pada rangkaian listrik serial dan paralel - Setiap komponen listrik umumnya memakai resistor atau mempunyai hambatan. Hambatan dalam komponen listrik berkhasiat dalam mengatur tegangan dan arus listrik. Setelah sebelumnya kita membahas bagaimana cara memperoleh nilai kendala (ohm) dalam sebuah resistor, sekarang kita akan menghitung bagaimana menjumlahkan kendala dalam rangkaian listrik. Sekedar mengingatkan, resistor atau kendala mempunyai simbol R , dan satuan kendala ditulis dalam ohm atau biasa ditulis dalam symbol omega (Ω). Adapun simbol resistor dalam rangkaian listrik sanggup dilihat sbb: Secara umum ada tiga tipe rangkaian utama dalam menyusun resistor didalam rangkaian listrik yakni rangkaian seri, rangkaian paralel dan rangkaian kombinasi. Kegita jenis rangkaian tersebut akan dibahas lebih detail satu persatu dibawah ini.  

RANGKAIAN SERI

Rangkaian listrik yang pertama, Rangkaian Seri , merupakan rangkaian resistor yang disusun secara serial, berderet, berurutan, sambung menyambung satu sama lain. Contoh paling sederhana dalam penggunaan rangkaian seri yaitu kerikil baterai pada senter yang disusun secara lurus serial, sambung menyambung antara ujung baterai. Bila salah satu baterai rusak dan tidak sanggup mengalirkan arus listrik maka keseluruhan rangkaian akan mati, lampu tidak akan menyala.

Sebagai ilustrasi dalam bentuk gambar, rangkaian seri sanggup dilihat pada gambar berikut:

Bila Rtotal yaitu nilai total kendala pada rangkaian maka rumus untuk mendapat jumlah kendala pada rangkaian seri tersebut yaitu dengan menjumlahkan semua nilai kendala pada resistor yang ada :

Sebagai contoh, kalau kita mempunyai empat resistor dengan kendala pada R1 = 5 ohm, R2 =2 ohm, R3 =4 ohm, dan R4 =8 ohm, maka nilai kendala total adalah:
Rtotal = R1 + R2 + R3+ R4 = 5 + 2 + 4 + 8 = 19 ohm.  

RANGKAIAN PARALEL

Yang kedua, Rangkaian Paralel , yaitu rangkaian yang disusun secara paralel atau sejajar. Contoh paling umum yaitu pemasangan lampu di rumah. Setiap lampu mempunyai jalur sendiri jadi bila lampu di teras mati, lampu di ruang tidur masih sanggup hidup. Lampu yang satu mati dan tidak ada arus mengalir tidak akan mengganggu “kehidupan” lampu yang lain. Dengan demikian, sanggup disimpulkan untuk rangkaian seri tentu membutuhkan kabel yang lebih minimal dibanding rangkaian paralel. Meskipun demikian, bila salah satu komponen pada rangkaian seri mati maka semua rangkaian akan mati. Sebaliknya, pada rangkaian paralel meskipun membutuhkan kabel lebih banyak akan tetapi bila salah satu komponen mati maka komponen yang lain masih sanggup menyala. Ada banyak sekali macam cara untuk menggambarkan rangkaian paralel tetapi secara umum ada dua bentuk yang sering digunakan ibarat ilustrasi gambar di bawah ini : Kedua bentuk rangkaian paralel diatas pada hakikatnya yaitu sama baik bentuk (a) maupun (b) akan menawarkan nilai total kendala yang sama. Rumus untuk menghitung nilai total kendala pada resistor yang ada pada rangkaian paralel yaitu sebagai berikut:

Sebagai teladan praktek kita gunakan resistor yang sama pada rangkaian seri. Misalkan kita mempunyai empat resistor dengan kendala pada R1 = 5 ohm, R2 =2 ohm, R3 =4 ohm, dan R4 =8 ohm, maka nilai kendala total pada rangkaian paralel adalah:

Jika anda tidak mau pusing dengan menyamakan penyebut maka lakukan saja dengan bilangan desimal, dengan resiko kehilangan presisi angka. Agar tidak kehiangan presisi angka sebaiknya jangan melaksanakan pembulatan terlebih dahulu pada hasil potongan untuk setiap hambatan. Kita gunakan teladan di atas.

 

RANGKAIAN KOMBINASI

Rangkaian seri dan rangkaian paralel mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh alasannya yaitu itu, untuk optimalisasi terkadang digunakan jenis rangkaian ketiga, yakni rangkaian Kombinasi atau sering juga disebut rangkaian campuran, yakni rangkaian listrik yang memakai rangkaian seri dan paralel.
Untuk menghitung jumlah kendala pada rangkaian kombinasi kita harus melihat dengan jeli tipikal rangkaian. Bila dianalogikan dengan perhitungan aritmatika, maka kita harus menuntaskan dahulu perhitungan pada kurung yang paling dalam.

Contoh sederhana dari rangkaian kombinasi yaitu sebagai berikut :

Pada rangkaian di atas, kita harus menghitung nilai pada rangkaian paralel R2 dan R3. Setelah itu gres dihitung dengan R1.

Misalkan kita masih memakai resistor sebelumnya dimana R1 = 5 ohm, R2 =2 ohm, R3 =4 ohm.
Pertama-tama kita hitung nilai kendala pada rangkaian paralel R2 dan R3 yang kita sebut dengan R23 .

Setelah R23 diketahui selanjutnya kita hitung dengan R1 , jadi :
Rtotal = R1 + R23 = 5 + 1,33 = 6,33 ohm.

Contoh lainnya, misalkan dengan resistor yang sama kita buat menjadi rangkaian gres ibarat gambar berikut :

Untuk rangkaian di atas, kita harus selesaikan dahulu R1 dan R2 misalkan menjadi R12 . Setelah itu gres kita hitung kendala paralel antara dengan R12 dan R3
.

Hitung dahulu kendala R1 dan R2 dengan rumus rangkaian seri :
R12 = R1 + R2 = 5 + 2 = 7 ohm
Selanjutnya kita hitung Rtotal dengan memakai rumus rangkaian paralel :
1/Rtotal = 1 / R12 + 1/R3 = 1/7 + 1/4 = 4/28 + 7/28 = 11/28
Rtotal = 28/11 = 2,55 ohm

 

MENGHITUNG CEPAT HAMBATAN RANGKAIAN LISTRIK DENGAN MICROSOFT EXCEL

Proses perhitungan yang paling merepotkan yaitu menghitung rangkaian paralel khususnya pada bab 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + dst. Ada trik microsoft excel yang sanggup memudahkan anda dalam menghitung angka tersebut. Kalau dijelasin lebih panjang akan lebih lama, jadi mari kita praktekkan saja.

Misalkan kita ingin menghitung rangkaian paralel :
1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + 1/R4
Dimana R1 = 5 ohm, R2 =2 ohm, R3 =4 ohm, dan R4 =8 ohm.

Langkah-langkah yang perlu anda lakukan di microsoft Excel yaitu sebagai berikut :
 

  1. Pertama-tama ketik semua nilai hambatan, misalkan berturut-turut 5, 2, 4 dan 8 pada cell A2 sampai A5 .
  2. Selanjutnya ketik rumus pada cell B2 dengan =SUM(1/A2:A5 kemudian tekan tombol CTRL+SHIFT+ENTER . Rumus akan menjadi terlihat {=SUM(1/A2:A5)} . Anda harus memakai tombol CTRL+SHIFT+ENTER semoga hasil sesuai dengan 1/2+ 1/5 + 1/4 + 1/8.
  3. Setelah itu pada cell C2 ketik rumus =1/B2 kemudian tekan tombol ENTER untuk mendapat hasil perhitungan nilai kendala paralel.
  4. Bila anda penasaran, silahkan download file menghitung kendala pada rangkaian paralel ;)

 

Tips Menghitung Hambatan Rangkaian Listrik

  • Memasang resistor perlu kreativitas. Untuk mendapat kendala yang lebih besar gunakan rangkaian serial, tetapi bila ingin jumlah kendala yang lebih kecil gunakan saja rangkaian paralel
  • Untuk mempermudah perhitungan kendala pada rangkaian paralel sanggup memakai microsoft excel atau alat bantu lainnya. Meskipun demikian anda perlu tetap tahu konsep dari perhitungan rangkaian paralel semoga hasil perhitungan sesuai rumus yang berlaku